Categories
Marketing Online Pengembangan Diri

7 Pelajaran dari Copywriting yang Buruk

Pernahkah membaca copywriting yang membuatmu mengernyitkan dahi lantaran isinya yang kurang menarik atau membingungkan?

Terkadang sulit untuk mengetahui dengan tepat apa yang membuat copywriting iklan itu terlihat buruk. Satu hal yang pasti, jika tulisan tersebut tidak mampu menarik target, itu berarti copy yang buruk.

Menulis itu memang bersifat subjektif. Akan tetapi, ada kesalahan tertentu yang bersifat universal dan bisa menjadi contoh untuk tidak dilakukan oleh penulis lainnya. Dari sebuah copywriting produk yang buruk itulah, kamu akan mendapatkan pembelajaran menarik.

Apa saja itu? Mari simak ulasannya.

1. Copywriting yang Tidak Bercerita

Copywriting yang Tidak Bercerita
Photo by Lina Kivaka on Pexels.com

Cerita yang kamu tuliskan akan memberikan perbedaan antara berbicara “pada” dan “kepada” audiens. Namun, terkadang kamu lupa sehingga seolah-olah berbicara pada mereka layaknya dosen yang mengajar, memberi penjelasan berulang dan faktual.

Padahal, sewaktu kamu berbicara dengan audiens secara personal, kamu tidak akan menggunakan kalimat berulang dan faktual dalam menjelaskan sesuatu. Jadi, perkenalkan masalah dengan ringkas, kembangkan poin penting, dan tunjukkan solusi yang ingin kamu berikan. Jadilah pemecah masalah, bukan dosen.

2. Sebuah Kalimat Harus Ada Intinya

Sebuah Kalimat Copywriting Harus Ada Intinya
Photo by Jan van der Wolf on Pexels.com

Tidak peduli audiens target kamu, pembaca akan lebih menyukai kesederhanaan. Namun, banyak tulisan copywriting yang terlalu panjang dan melebar hingga keluar dari inti poin yang ingin disampaikan. Pada saat itu, kamu perlu berhenti dan pikirkan kembali poin apa yang ingin diterangkan.

Temukan cara untuk memisahkan setiap kalimat sehingga hanya satu poin yang dibuat sebelum kamu melanjutkan ke poin berikutnya. Ini akan membantu kamu untuk menghindari konten yang membuat pembaca bingung, bosan, atau tidak tertarik.

3. Kata-kata Deskriptif Tidak Selalu Membantu

Narasi deskriptif memang membantu untuk melukiskan gambaran tentang sesuatu agar pembaca bisa membayangkannya dengan mudah. Akan tetapi, kalimat deskriptif dalam copywriting jualan produk juga bisa membuat frustrasi atau bingung pembaca.

Untuk menghindari itu, kamu bisa mengikuti tips ini:

  • Hindari menggunakan kata sifat atau kata keterangan dengan kata sifat absolut. Kata sifat absolut adalah kata sifat yang tidak dapat mengambil bentuk komparatif atau superlatif, seperti mati, hamil, unik, dll.
  • Kamu harus memilih untuk menyertakan kata sifat atau deskripsi.

4. Mengetahui Tentang Audiens itu Penting

Penting untuk mencatat apa yang diketahui dan tidak diketahui oleh audiens kamu sebelum masuk ke topik yang akan dijadikan tulisan. Ini untuk menghindari pembaca meninggalkan tulisanmu sejak paragraf pertama.

Untuk itu, buat detail persona user dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Apa yang mereka ketahui?
  • Apa yang mereka butuhkan/ingin tahu?
  • Berapa usia mereka?
  • Bagaimana kamu akan memberitahu mereka tentang apa yang mereka butuhkan/inginkan dengan cara baru?

5. Menyalin Copywriting lain itu Tidak Keren

Menyalin Copywriting lain itu Tidak Keren
Photo by RODNAE Productions on Pexels.com

Mencari contoh tulisan copywriting iklan dari tempat lain sangat diperbolehkan. Bahkan, itu bisa membantu kamu untuk bisa menulis lebih baik dan menjawab pertanyaan di poin 4. Akan tetapi, bila kamu menyalin semua tulisan yang ditemukan secara penuh, itu sama sekali tidak keren.

Untuk menghindari penyalinan tulisan orang lain, cobalah untuk mengamati poin-poinnya kemudian memodifikasi sesuai bahasa tulisan kamu sendiri.

6. Copywriting yang Tidak Terstruktur

Kembali lagi ke narasi deskriptif. Narasi itu akan jauh lebih baik dan tidak membuat pembaca bosan bila kamu memisahkan informasi penting menggunakan daftar poin-poin, subjudul, atau format tulisan lainnya yang mudah dipahami. Pemformatan akan memengaruhi bagaimana Audiens bertahan membaca tulisan iklanmu.

Kamu juga bisa membuat peta dalam pemformatan untuk memandu pembaca dari satu bagian konten ke bagian lainnya. Gunakan subheading untuk melakukannya.

7. Sebuah Gambar Bernilai Seribu Kata

Ini cukup sederhana. Gambar menyenangkan untuk dilihat. Oleh karena itu, mereka membuat konten lebih menyenangkan untuk dibaca. Memilih gambar yang relevan dan berkualitas tinggi untuk menemani kontenmu akan sangat membantu dalam melibatkan pembaca. Gambar membantu kamu mengilustrasikan poin-poin penting yang menjadi keunggulan sebuah produk.

Ketujuh poin tersebut dapat membantu kamu untuk menulis copywriting yang baik sehingga pesan dapat tersampaikan kepada pembaca dengan tepat. Kamu pun dapat terhindar dari tulisan buruk yang bisa membuat pembaca mudah bosan dan langsung pergi setelah membaca paragraf awal. Semoga bisa membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: