Hari ini adalah hari ke-2 saya menggunakan Operation System terbaru besutan Microsoft yaitu Windows 7. Berbeda dengan versi-versi windows sebelumnya yang pernah saya gunakan, kali ini Windows yang saya gunakan adalah windows aseli alias Genuine…
hehe, ya memang baru kali ini saya menggunakan Windows yang asli, lalu selama ini?? seperti yang sudah Anda duga saya selalu menggunakan yang -sory to say- bajakan, upppsss…
Saya cukup menyadari kesalahan saya, namun gimana lagi berhubung harga windows Asli tidak murah dan saya benar-benar membutuhkannya akhirnya saya “terpaksa” memakai yang versi bajakan tersebut. Tapi Alhamdulillah saya yang memang berniat untuk melepaskan diri dari belenggu software bajakan dipertemukan oleh kawan yang punya lisensi Aseli OS ini dan kebetulan gak terpakai sama dia kemudian saya minta dan dikasih hehehe, lalu ini lah awalnya saya lepas dari belenggu OS bajakan (lebay) dengan memakai Genuine Windows 7.
Cukup sekian pengakuannya menggunakan software bajakan, dan doakan kedepannya samasekali tidak menggunakan yang bajakan
. Berikutnya saya kepingin berbagi pengalaman saya selama beberapa hari ini menggunakan Windows teranyar ini, kesan pertama yang saya tangkap ketika menginstall OS ini adalah kemudahan dan kesederhanaan dalam instalasi tidak seperti Windows XP yang sedikit lebih panjang rangkaian instalasinya.
Oh iya saya lupa mengatakan bahwa saya tidak menggunakan Windows Vista, karena setelah saya mencoba menggunakan laptop dan PC teman saya yang menggunakan Vista, saya tidak tertarik sama sekali untuk menggunakan vista baik di laptop maupun PC saya karena luammbaattt-nya minta ampun (karena butuh spesifikasi hardware yang relatif tinggi) dan kompatibilitasnya yang menurut saya cukup menyedihkan. continue reading…
Anda sudah tau apa itu plurk? yap sebuah platform microblogging yang terkenal memiliki emoticon yang luar biasa ekspresif. Nah kali ini saya akan memberikan cara dan sumber untuk mendapatkan emoticon plurk dan menambahkannya pada blog self-hosted wordpress Anda.
berikut langkah-langkah sederhananya:
- masuk ke dalam dashboard Anda
- arahkan mouse Anda ke menu, Plugin >> Add New
- lalu ketikkan “Smilies Themer” di dalam kotak pencarian/search
- setelah muncul hasil pencariannya (tabel yang berisi daftar plugin yang dapat kita install), klik tulisan “Install” pada kotak plugin “smilies themer” yang dibuat oleh Ricardo González. Maka plugin tersebut akan otomatis terinstall ke dalam sistem wp Anda
- setelah terisntall, masuk ke menu, Setting >> Smilies Themer dan akan terdapat banyak pilihan emoticon di sana, karena yang kita inginkan adalah emoticon plurk maka pilihlah “Plurk Smilies” yang dibuat oleh Muhammad Zamroni
- Jangan lupa untuk klik tombol “Update Options” untuk menyimpan pilihan emoticon yang Anda buat sebelumnya.
- Coba Anda masuk ke dalam salah satu tulisan Anda di blog, dan emoticon pun sudah tampil di dekat kotak komentar dalam tulisan Anda.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat 
Bila Anda termasuk orang yang familiar dengan wordpress (selanjutnya akan disebut WP), maka saya sarankan untuk berhenti melanjutkan membaca tulisan ini dan boleh membaca artikel saya lainnya di blog ini, itupun bila masih berkenan. Karena kali ini saya akan mencoba untuk membahas dasar-dasar mengenai wp, yaitu penjelasan singkat mengenai menu-menu yang ada di wp dan sub-sub menunya, dan di postingan ini yang saya bahas adalah wp yang berbahasa Inggris tapi bahasannya pake bahasa Indonesia lho =).
Pertama adalah Dashboard, apa itu dashboard? merupakan tempat sang empunya mengelola website wp-nya, atau bahasa daerahnya itu “back-end”, dan di dashboard ini lah semua pilihan tersedia, mulai dari memasukkan konten baru, editing themes, hingga pengaturan plug-in. Bagaimana kah cara mengaksesnya?? cukup mengetikkan URL www.namadomainanda.com/wp-admin pada browser Anda, lalu masukkan username dan password yang sudah Anda buat sebelumnya di instalasi fantastico maupun softaculous.
Kedua adalah Posts, ini merupakan menu yang berfungsi untuk mengelola konten barupa tulisan yang kita akan atau sudah kita buat. Kita bisa membuat tulisan di submenu “Add New”, dan dapat menambahkan tag baru di “Post Tag”, serta juga dapat menambah kategori untuk mengelompokan tulisan kita di sub menu “Categories”. dan submenu “Edit” untuk mengatur postingan yang sudah kita buat sebelumnya. continue reading…
Cukup membuat saya sedikit tersenyum melihat berita yang seakan tak kunjung reda seputar Facebook yang memakan korban anak remaja dan beberapa kasus turunannya, yang juga seakan-akan ingin menyampaikan pesan bahwa internet bukan sebuah media yang positif (lihat saja, hampir gak ada dampak positif internet yang dipublikasikan media TV khususnya saluran berita).
Mengapa tersenyum?? pertama karena sampai sekarang saya juga belum mengerti apa tujuan dari stasiun televisi yang menggembar-gemborkan berita yang tidak seimbang ini, kedua karena ini merupakan bukti bahwa dunia internet sudah sedemikian rupa membawa pengaruh yang nyata kepada kehidupan masyarakat luas di Indonesia hanya sayangnya kenapa hanya pengaruh negatif yang diangkat ke publik, ketiga karena semakin di-blowup nya berita-berita mengenai kasus sejenis maka semakin terlihat bahwa ada pola asuh/pendidikan yang salah yang diterapkan oleh sekolah sebagai lembaga pendidikan dan oleh orangtua sebagai individu yang pertama kali membentuk karakter dan nilai serta norma yang dipegang oleh anak-anak (dalam hal ini anak-anaknya sebagai korban dan pelaku), sehingga kasus-kasus seperti ini bisa terjadi.
Maka dalam tulisan kali ini saya akan mencoba memberikan beberapa cara yang bisa diterapkan oleh sekolah dan orang tua dalam mendidik anak-anaknya supaya terhindar dari perilaku negatif yang secara “kebetulan” difasilitasi oleh media jejaring sosial seperti Facebook (masih ada yg lain seperti twitter, plurk, dll):
semoga beberapa tips sederhana di atas menggugah para orangtua untuk mencari tahu dan belajar mengenai perkembangan teknologi informasi yang sebenarnya dibuat dan diciptakan untuk memudahkan urusan manusia, namun kita juga harus sadar segala sesuatu juga memiliki dampak negatif, dan pelarangan ataupun pemblokiran bukanlah satu-satunya jalan keluar untuk mengawasi Anak/siswa Anda, namun pendekatan yang tepatlah yang sebetulnya lebih efektif dalam mengawasi mereka.