Note Pengembangan Diri

Jangan Biarkan Ego Anda Berkuasa, 5 Cara ini Bisa Membantu Anda Mengendalikannya

Beberapa kali saya berinteraksi dengan teman-teman sesama pengusaha, ternyata kami punya masalah yang mirip-mirip, mulai dari sisi marketing dan penjualan hingga dari sisi cashflow.

Ya dua masalah itu yang paling sering hinggap dalam bisnis, dan kadang tidak lagi melihat size bisnisnya, yang gede-gede pun punya masalah yang sama hanya beda skalanya saja ๐Ÿ˜€

di tulisan ini saya tidak akan membahas kedua hal tersebut langsung (marketing dan keuangan), namun saya lebih ingin mengajak Anda untuk melihat ke dalam diri Anda sebagai pemilik bisnis.

Maksudnya gimana? kok melihat ke dalam diri?

Iya, sebelum berusaha mencari solusi atas masalah yang ada di dalam bisnis, kadang kita harus bertanya dulu dalam diri sendiri: apakah saya sudah cukup memiliki ilmu yang diperlukan dalam menjalankan bisnis ini?

Karena suka tidak suka, senang tidak senang, kadangkala kita merasa kitalah yang paling paham dan mengerti atas bisnis yang kita jalankan sendiri, bahwa orang lain hanya sebagai pengamat dari luar tidak mengerti apa-apa tentang kebutuhan bisnis kita.

Perasaan ini juga bisa muncul tidak hanya dalam diri seorang pengusaha, karyawan pun tidak jarang terjebak dalam perasaan ini. Rekan kerja yang lain dianggap tidak memiliki cukup kemampuan untuk sekedar memberi pendapat, apalagi menilai pekerjaan yang sudah dilakukan.

Itulah manusia dengan ego nya, merasa diri paling benar dan yang paling memahami atas pekerjaan yang sehari-hari sudah dilakukan dan mungkin menghasilkan. ๐Ÿ˜€

Tapi yang namanya ego, biasanya sih kalaupun benar hanya bertahan dalam waktu yang tidak lama, tul gak? hehehe…

Nah yang mau saya bahas di tulisan ini sebetulnya, gimana sih caranya kita menurunkan ego kita dan membuka diri untuk menerima masukan-masukan orang di sekeliling kita, yah walau gak perlu semua masukan dipikirin apalagi sampai membuat kita baper.

Ada 5 hal yang bisa dilatih supaya ego kita gak setinggi monas, yang akhirnya jadi penghambat kita untuk jadi pribadi yang lebih baik:

1. Memaafkan dan lupakan

memaafkan

Mungkin Anda sering dikecewakan oleh orang lain, atau mungkin Anda merasa orang lain tidak membalas perbuatan baik Anda dengan adil.

Maka ketahuilah, memaafkan adalah jalan paling damai dan tenteram, sekaligus cara yang paling ampuh untuk melatih Anda menurunkan ego.

Terimalah kondisi yang sedang Anda hadapi saat ini, terimalah kesalahan-kesalahan orang lain, maaf akan membuka pintu hati Anda dan memberikan lebih banyak ruang positif dalam hati, kemudian kebahagiaan yang baru akan segera datang mengisi hati Anda.

2. Lepaskan Nafsu untuk Selalu Mengontrol

mengontrol

Anda adalah diri Anda sepenuhnya, Anda bukanlah pekerjaan, Anda bukanlah harta yang selama ini dimiliki, dan jelas Anda bukanlah ego Anda sendiri.

Jangan biarkan ego Anda mengambil alih kontrol atas hidup Anda. Ketika ego yang berkuasa, Anda akan selalu haus ingin mengontrol segalanya, dan jika satu hal saja terjadi di luar kehendak dan kontrol, Anda langsung merasa stress dan kebahagiaan tiba-tiba menghilang dari hidup Anda.

Percayalah pada kehidupan Anda, percayalah pada Sang Maha Pencipta, mulailah percaya kepada orang lain, mulailah mencintai tanpa syarat, dan tidak perlu segala hal ada di dalam kontrol Anda.

3. Jujur dan Terbuka

open

Kejujuran itu mahal,ย sering ya denger istilah seperti itu? karena memang benar sekali jujur itu mahal, dan dengan selalu berlatih hidup jujur apa adanya, Anda akan terbebas dari segala kepalsuan dalam hidup Anda.

Dengan kejujuran, berarti Anda tidak harus menjadi seseorang atau sesuatu yang padahal itu bukan Anda bangett..!!

Mulailah terbuka dengan orang lain, berani mengutarakan pendapat dengan santun, dan tidak perlu takut menerima pendapat orang lain yang mungkin tidak sesuai dengan harapan kita. Biarkan perbedaan-perbedaan menari dalam kepala Anda, dengan begitu Anda akan lebih ringan menerima orang lain yang berbeda, ego diri pun tak terasa menjadi begitu rendah dan dapat kita kendalikan.

4. Bersyukur

bersyukur

Bersyukurlah dan berterima kasih lah atas kondisi Anda saat ini.

Kebahagiaan selalu datang saat ada rasa terimakasih di dada, maka senantiasa lah mengapresiasi apapun yang sudah dicapai oleh diri sendiri maupun yang sudah dicapai oleh orang lain.

Orang yang pandai bersyukur akan lebih mudah berbahagia, dan orang bahagia tidak akan mudah dikuasai oleh ego nya.

5. Menyendiri dalam Kesunyian

menyendiri

Dalam jaman yang sangat pada informasi seperti sekarang ini, kesunyian adalah hal yang harus kita cari dan temukan sendiri.

Kesunyian memungkinkan diri kita lebih mudah konsentrasi dan merenung, apa yang sudah kita capai hari ini, dan apa yang harus kita tuju ke depan. Dalam kesunyian itu pun kita lebih jelas berpikir apakah kemenangan ego yang hanya bersifat sementara patut dimenangkan, ketimbang damainya sisa kehidupan yang jauh lebih panjang namun hanya bisa dimenangkan dengan meredam ego yang menyala-nyala.

Lima hal di atas memang selalu lebih mudah ditulis dan dianjurkan ketimbang dilakukan,

saya pun pernah mengalaminya, saat di mana harus memilih apakah ego diri yang dimenangkan atau sebaliknya? dan di saat itu yang selalu saya lakukan adalah mengulang kalimat berikut di kepala saya: Apa yang kamu cari, kemenangan sesaat? atau keseimbangan hidup dalam waktu yang lebih panjang?

Selamat berlatih untuk mengalahkan ego Anda, dan jika Anda sudah bisa menang dan mengendalikannya, izinkan saya mengucapkan selamat dan mengirimkan respek dan salut kepada Anda… ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *