Kisah BiangWeb dari sudut pandang seorang Ramadoni

BiangWeb?? bisa dimakan kah?? apa-an sih itu??

Kali ini saya akan mencoba untuk menceritakan mengenai apa, siapa, dan untuk apa BiangWeb ini. Diawali dengan semangat entrepreneur dari 3 orang pemuda yang saya pikir memang sudah takdirnya untuk bertemu di sebuah komunitas yang bernama deBlogger, yaitu wadah berkumpulnya para blogger yang memiliki hubungan dengan kota Depok.

Pertemuan ini lah yang akhirnya membuat kami saling mengetahui dan saling mengerti (cailah) bahwa di tiap-tiap individu kami memiliki semangat yang sama, yaitu semangat membangun Indonesia lewat dunia wirausaha yang tentunya sesuai dengan minat kami bertiga yaitu teknologi informasi. Sebelum kami bertemu satu sama lain, masing-masing kami memang sudah memiliki usaha (walapun belum ter-manage dengan baik) membangun website untuk orang lain dan kemudian diberi insentif. Saya sendiri mengawali “karir” saya di dunia web development dengan membuat situs PerawatOnline.com yang usianya menjelang 2 tahun di bulan Juli nanti. tak disangka ternyata ada beberapa orang yang menyukai hasil karya saya tersebut. Kemudian saya mulai membuat website untuk orang lain meskipun awalnya masih gratisan, yah itung-itung latihan pikir saya.

Sebuah website memerlukan server sebagai media penyimpanannya dan supaya website tersebut bisa diakses orang-orang sedunia, media tempat situs dipasang/ditaruh ini selanjutnya kita sebut sebagai hosting. Pada saat itu saya belum memiliki hosting sendiri dan mesti membayar sejumlah uang kepada penyedia hosting untuk bisa menghidupkan website-website yang telah berhasil saya bangun sebelumnya. Semakin banyak website yang saya bikin, semakin terpikir oleh saya bahwa akan lebih menguntungkan bila saya sendiri memiliki usaha hosting dimana tidak hanya untuk menyimpan website-website buatan saya sendiri namun juga bisa disewa oleh para pembuat website lain yang ingin menghidupkan websitenya.

Ternyata pikiran ini tidak hanya dimiliki oleh Ramadoni seorang, layaknya sebuah kebetulan (tapi saya lebih senang menyebutnya sebagai sebuah takdir) saya bertemu dengan 2 orang pembuat website lain yaitu Shandyisme dan Tommy yang keduanya juga memiliki pemikiran yang sama. Akhirnya kami bertiga sepakat untuk mendirikan sebuah usaha hosting yang kami beri nama BiangWeb, dengan tagline-nya adalah Murah, Mudah, dan Berkualitas.Domain BiangWeb sebenarnya sudah kami beli dari bulan ke-9 di tahun 2009, namun kami tidak langsung menjalankan bisnis ini begitu saja. Kami mulai melakukan penelitian kecil-kecilan seputar harga paket hostingan yang ditawarkan oleh pasar, fitur-fitur yang tersedia, bahkan kami juga meneliti seberapa luas segmentasi pasar yang dapat diraih oleh usaha hosting yang sudah ada. Selain itu kami juga memantapkan pengetahuan dasar teknis yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis ini terlebih dahulu dengan harapan ketika di saat bisnis berjalan kami dapat memberi layanan terbaik dan dapat mengatasi masalah-masalah yang sering timbul di bisnis, dan sampai sekarang pun kami makin memperdalam ilmu teknis dan manajerial kami di bisnis ini.

Setelah beberapa bulan kami memantau situasi pasar, situasi finansial kami sendiri, dan juga menganalisa kelemahan dan potensial dari segala sudut pandang yang masih bisa kami raih, akhirnya mulai Bulan Januari 2010 kami mulai mengoperasikan usaha ini secara online dan terbuka untuk khalayak ramai. Kami sadar kami adalah pemain baru di bisnis yang boleh dibilang tanpa batas ini, sehingga masih memiliki keterbatasan dan kekurangan di sana-sini. Namun kami telah sepakat dan akan berusaha konsisten dalam menjalani bisnis ini dengan rasa penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi kepuasan klien sesuai dengan aturan layanan yang telah disepakati bersama.

Akankah BiangWeb menjadi salah satu penunjang kemajuan teknologi di Indonesia di masa mendatang? hanya Tuhan-lah yang tahu dan kami yakin dengan semangat membangun dan kebersamaan serta rasa Syukur yang selalu kami pegang, InsyaAllah usaha ini akan terus berkembang dan menjadi lebih bermanfaat bagi kemajuan teknologi informasi di Indonesia.

Amiinnn…

2 thoughts on “Kisah BiangWeb dari sudut pandang seorang Ramadoni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>