Jangan Pernah Menggunakan Odol…!!!

UUUpppss… Judulnya jangan ditelan mentah-mentah gitu aja yah…

odolOdol atau pasta gigi merupakan zat wajib digunakan pada saat kita menggosok gigi, namun bedanya halnya bila untuk menangani luka bakar. Banyak orang yang salah kaprah dengan memberikan pertolongan pertama luka bakar menggunakan odol/pasta gigi, karena pada tidak ada satu zat pun dalam odol/pasta gigi yang dapat mengurangi nyeri atau apapun malahan ada penelitian yang mengatakan bahwa odol/pasta gigi tersebut mengandung bahan kimia yang dapat “memakan” sel-sel tubuh yang luka tersebut, dan akhirnya akan menimbulkan jaringan parut yang akan membekas pada kulit yang terkena luka bakar tersebut.

Pertolongan pertama yang dilakukan adalah dengan cara menaruh luka bakar di bawah aliran air yang tidak terlalu deras, atau kalo terjadi di rumah cukup dengan menaruh luka bakar di bawah keran. Aliran air ini akan membawa hawa panas pada luka dan mencegah hawa panas tersebut merusak sel-sel lain di sekitar luka bakar. Pertahankan aliran air ini kira-kira 5-10 menit, dan selanjutnya dapat diberikan salep anti luka bakar(kalo gak salah namanya Bioplacenton).

jangan menggunakan air dingin apalagi batu es, karena perbedaan suhu yang sangat ekstrim dapat membuat sel kehilangan fungsinya dan kemungkinan tidak dapat memperbaiki dirinya sendiri yang akhirnya digantikan oleh jaringan parut (akhirnya timbul bekas luka deh).

2 thoughts on “Jangan Pernah Menggunakan Odol…!!!

  1. masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui tentang ini, sepertinya masih banyak yang melakukan ini, bahkan tidak hanya memakai odol, tetapi zat-zat lainnya yang mungkin malahan akan menyebabkan luka tersebut semakin memburuk.
    saya sendiri mengetahui peringatan tentang odol dkknya sewaktu masih di kursi SMP, karena kebetulan saya mengikuti Dokter Kecil. dari situ lah banyak info-info mengenai kesehatan saya dapatkan…

  2. Odol

    Putih dan berseri gigimu, engkau tersenyum seolah-olah tak akan ada lagi suara jeritan ditengah hari dan malam hari. Katamu dihari senja, aku telah habiskan apa yang diperuntukan bagiku dan gigiku pun telah bersih. Tak ada lagi rasa ngilu didalamnya, dan sebentar lagi puteri-puteri dari alam roh akan menjumpai dan mencumbuku. Memberikan aku manisan roh yang tetap melekat dalam ingatanku yang terus mengingat.

    Nafasku berbau segar dan apa yang aku katakan tak lagi berbau busuk, kereta-kereta itu sudah mulai mendekat ketempat perjamuan bagi ia yang ingin kembali dari perjalanan yang hanya mengunjungi menara yang satu dan menara yang lainnya. Lihatlah semua hal yang boleh dibawa dan dimakan dari peradaban ini, dan lihat juga senyum yang selalu menghiasi wajah-wajah yang tetap mencari.

    Nafas yang beraroma segar itu menghiasi perjamuan, tawa yang akan berakhir dan kaki-kaki kecil yang akan kembali letih setelah ia tak lagi mampu untuk bernafas. Ceritakan pada grafa dikediamannya, ceritakan bahwa dalam pesta ini aku tak hadir. Dan ceritakan pula bahwa anak-anak yang bersamaku semuanya hadir dan ia melupakan grafa dan diriku.

    Odol itu, ya hanya odol itu yang tidak aku siapkan sebagai bekal dari kediaman grafa. Dan karena odol itu maka ia kembali teraniaya dan diasingi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *