Bukan Sekadar Calon Pembeli, tapi Seorang Sahabat

persahabatan dengan calon pembeli

sumber gambar: id.pinterest.com/pin/541487555173760318/

Cara kita berperilaku dan berinteraksi dengan orang lain sangatlah tergantung pada cara kita memposisikan lawan bicara kita.
.
Jika menghadapi seseorang yang dianggap musuh maka baju perang dan segala senjata lengkapnya yang akan kita siapkan. Namun sebaliknya, jika kita akan bertemu seseorang yang kita anggap sebagai sahabat maka keceriaan, ketulusan, atau bahkan hadiah terbaik sudah kita siapkan dan akan kita berikan saat bertemu nanti.
.
Nah, sekarang coba ingat-ingat ketika kita bertemu atau sedang melayani chat dari calon pembeli produk kita, apa yang Anda bayangkan? sedang bertemu musuh kah? atau seorang sahabat?
.
Jika kita sekedar menjawab hal-hal yang ditanyakan, atau melayani pertanyaan-pertanyaannya separuh hati, bisa jadi tidak berselang beberapa saat secara tidak sadar kita memposisikan calon pembeli kita sebagai seorang musuh, atau minimal kita akan segera merasakan CLBK (Chat Lama Beli Kagak) :p
Yang berakhir dengan kekesalan dalam hati saat ternyata sang calon pembeli tadi tidak jadi membeli, dan kekesalan ini berlanjut seharian, yang berakibat hampir semua orang yang datang hari itu kita jutekin, kita cuekin, dan akhirnya volume pembelian pada hari itu menurun.
.
Siapa yang rugi? ya kita sendiri…
.
Tapi coba ketika kita memposisikan calon pembeli kita sebagai seorang sahabat, hati akan terasa lebih santai, kita pun akan memberikan hal-hal terbaik yang bisa kita lakukan kepada calon pembeli, yang saya yakini peluang terjadinya pembelian akan semakin besar.
.
Lebih santai
Ketika kita merasa lebih rileks karena merasa sedang berinteraksi dengan sahabat, maka kita dapat melakukan hal yang menyenangkan dan tanpa paksaan.
Kita akan lebih jernih berpikir, dan akhirnya kata-kata yang kita sampaikan kepada calon pembeli akan lebih natural dan lebih mengena di hati.
Selain itu dalam kondisi santai dan senang, potensi terbaik kita sebagai seorang penjual akan otomatis muncul dan tampil, sehingga rasa santai dan senang tadi bisa segera menular kepada calon pembeli yang membuatnya akan mengambil keputusan pembelian dengan lebih cepat tanpa keraguan yang menghampiri.
.
Tidak akan menjatuhkan
Saya seringkali melihat penjual yang memandang rendah calon pembelinya. Sang penjual merasa lebih paham teknologi lah, merasa si calon pembeli susah sekali mengerti penjelasan yang sudah diberikan secara gamblang, dll.
Akibatnya cukup parah, biasanya penjual yang sudah memandang rendah pembeli seperti ini akan hilang kesabarannya, dan dengan mudah mengeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya (merendahkan, mencibir, dll), dan tentu saja jangan berharap akan terjadi closing penjualan di akhir ceritanya.
Oleh karenanya memandang calon pembeli sebagai sahabat sangat penting, karena sebagai penjual kita akan jauh dari hal-hal negatif tersebut. Sebagai seorang sahabat pastilah kita akan menjaga nama baik calon pembeli kita, tidak akan terbesit sedikit pun untuk menjatuhkan nama baiknya meski ternyata tidak terjadi deal, atau timbul perselisihan.
.
Memberikan yang terbaik
Sahabat sejati akan selalu memberikan yang terbaik, begitupun kita saat sudah menganggap calon pembeli kita sebagai seorang sahabat, maka kita akan dengan mudah memberikan layanan terbaik, informasi terbaik, dan juga produk terbaik yang bisa kita tawarkan kepada calon pembeli.
.
Saling Percaya
Hal termanis dari saling percaya antar sahabat bisa kita lihat dari bagaimana Rasulullah SAW mempercayai para sahabat beliau, begitupun sebaliknya para sahabat begitu mempercayai nya, bahkan dalam urusan muamalah/duniawi para musuhnya pun mempercayai Rasulullah SAW karena memang beliau tidak pernah berbohong dan ingkar janji.
Sebuah teladan tentang saling mempercayai sudah jelas terpampang, tinggal bagaimana kita mengikuti dan menjaganya sekuat tenaga.
Dan percayalah, ketika orang yang bersahabat sudah saling percaya, maka kenyamanan akan hadir dan dalam konteks penjualan akan hadir pula rasa dan raga yang saling menguntungkan antara penjual dan pembeli.
.
Berusaha memenuhi kebutuhan
Sahabat adalah orang yang senantiasa memahami kita, ketika kita menganggap calon pembali kita adalah seorang sahabat, maka kita akan sebisa mungkin memahami apa yang dibutuhkan olehnya. Dengan begitu apa yang kita tawarkan dan bagaimana cara menawarkannya akan jarang sekali meleset dengan yang dibutuhkannya.
Dan sebagai hasilnya, calon pembeli yang merasa sangat terbantu dalam hal pemenuhan kebutuhannya, dalam waktu singkat juga akan merasa membutuhkan kita sebagai seorang penjual, bukan hanya sekedar butuh dengan produk yang kita tawarkan.
.
Sebagai penutup tulisan singkat ini, ijinkan saya mengutip sebuah kalimat:
“Persahabatan adalah ketika perselisihan tidak menimbulkan permusuhan.”

Selamat merajut persahabatan

FR
afrakids.com | bangnanachips.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *