Ada baiknya sebelum membaca tulisan ini, terlebih dulu membaca 3 tulisan terkait sebelumnya:
- Global Peace Volunteer Camp (bagian 1)
- Global Peace Volunteer Camp (bagian 2)
- Global Peace Volunteer Camp (bagian 3)
Acara dilanjutkan dengan bermain drama, yang dipersembahkan oleh masing-masing kelompok peserta camp ini. Temanya pun sesuai dengan materi yang sudah diberikan sebelumnya oleh para pembicara. Kebetulan kelompok saya (a.k.a Five Minutes) mendapatkan tema interfaith, “wah sulit sekali ini temanya”, karena memang tema ini begitu sensitif dan pada kenyataannya ini lah (perselisihan agama) yang sering memicu peperangan besar di muka bumi. Kelompok kami yang anggotanya juga tidak memiliki keyakinan yang sama cukup merasa kesulitan dalam memilih cerita yang bagaimana yang dapat menggambarkan kerukunan antarumat beragama yang membawa kedamaian karena memang sulit kita temukan pada kehidupan sebenarnya.
Akhirnya kelompok memutuskan untuk membawakan cerita mengenai seorang manusia yang sedang terhimpit masalah berat yang kemudian memutuskan pindah ke agama lain karena ia tidak menemukan pemecahan masalah hidup di dalam agama yang sebelumnya (sengaja tidak diidentifikasi agama apa yang dianut sebelum dan sesudahnya), kemudian orang tersebut ditolak oleh keluarganya karena sudah pindah ke agama lain, teman-temannya pun ikut menjauh, dan yang paling tragis adalah teman-teman di agama barunya pun ikut menjauhi karena mereka menilai si X ini tidak memiliki niat yang tulus untuk pindah agama dan pasti memiliki tujuan untuk merusak citra agamanya yang baru. Lalu si X ini akhirnya pergi jauh dari lingkungannya semula.
Tak lama kepergiannya dari tempat asalnya, ternyata si X menjadi orang yang sukses dan bergelimang harta namun sayang tiba-tiba ia mendengar tempat kelaiharannya terkena bencana alam yang dahsyat dan banyak korban berjatuhan, seketika ia teringat akan keluarga dan teman-temannya dahulu dan hebatnya ia samasekali telah lama mengubur dalam-dalam perasaan sakit hati ketika dulu ia ditolak oleh orang-orang di sekitarnya. X pun segera menuju tanah kelahirannya dengan membawa semua bala bantuan yang sanggup ia kerahkan untuk menolong orang-orang yang dahulu pernah menyakitinya ketika ia berpindah agama. Melihat hal itu orang-orang di tanah kelahirannya tersadar bahwa perlakuan mereka dulu salah, dan ternyata X benar-benar orang yang tulus dan bahkan tanpa melihat perbedaan agama ketika ia menolong orang-orang tersebut, akhirnya X kembali diterima di tanah kelahirannya, dan membawa pelajaran penting bagi orang lain yaitu perbedaan agama bukanlah pembatas bagi orang yang ingin sama-sama hidup damai dan saling bantu dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Berikut foto-foto ketika drama tersebut dimainkan 
















