Tentang Hikmah

Pagi ini tiba-tiba terlintas pikiran mengenai satu kata yang menurut saya tak terbatas kedalaman maknanya, dan sangat tergantung sejauh mana kita telah melatih diri kita. Kata itu adalah hikmah, sebuah kata yang memiliki begitu banyak sudut pandang dalam pengartiannya. Kebanyakan dari kita merasa sangat perlu mengambil hikmah/pelajaran dari hal-hal buruk yang menimpa diri kita, karena dengan cara itu paling tidak kita menemukan sisi positif dari hal buruk yang menimpa kita sehingga sedikit terhibur dan mengurangi kesedihan yang hinggap dalam hati.

Namun ternyata hikmah jauh lebih luas dari itu, berhubung saya seorang muslim maka dalam tulisan ini saya akan coba membahas apa itu hikmah dari sudut pandang agama saya yaitu bagaimana hikmah menurut ajaran Islam yang InsyaAllah tidak bertentangan dengan apapun agama yang diyakini oleh pembaca, dan tentunya saya mencoba membahasnya hanya sebatas pemahaman saya yang masih sedikit tentang Islam. Oleh karena itu cobalah untuk mengkritisi dengan cara mencari literatur Islam lain yang lebih terpercaya.

Al Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma secara marfu’ bahwa yang dimaksud dengan al hikmah adalah pengetahuan tentang Al Quran, ayat nasikh mansukhnya, ayat muhkam dan mutasyabihnya, apa yang dihalalkan dan yang diharamkan, dan contoh-contohnya.

Bila boleh saya sederhanakan pendapat ulama di atas, hikmah adalah sejauh mana kita memahami ajaran agama yang kita yakini, sejauh mana kita mempelajari isi dari kitab suci yang kita percayai dan sejauh mana kita menggunakan pemahaman tersebut ketika menghadapi proses kehidupan.

Awal paragraf dalam tulisan ini saya menuliskan bahwa kebanyakan dari kita mengambil hikmah hanya ketika kita dalam posisi sulit dalam hidup. Namun bila kita pahami pendapat ulama di atas, ternyata hikmah juga harus kita cari dan temukan dalam kondisi-kondisi yang menyenangkan dalam proses kehidupan kita. Tidak lain dan tidak bukan karena hikmah akan semakin mudah kita dapatkan ketika kita rajin melatihnya, tidak hanya ketika kita mengalami kesulitan tapi juga ketika kita diberi kelapangan oleh Allah, sehingga di lain waktu ketika kita mendapatkan kesulitan maka hikmah dibaliknya dapat dengan segera kita deteksi, yang kemudian diharapkan membuat kita lebih jernih dalam berfikir dalam mengatasi masalah tersebut dan tentunya dalam koridor ilmu ke-Islaman yang sesuai dengan Al-Quran dan Hadits. Bila demikian yang terjadi InsyaAllah derajat kita dimata Allah akan semakin baik seiring bertambahnya usia yang semakin mendekati mati.

Wallahu ‘Alam Bi Showab

semoga bermanfaat.

6 thoughts on “Tentang Hikmah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *