Alhamdulillah dua hari yang lalu yaitu tanggal 13 Juli 2010 saya diberi kesempatan untuk mengikuti acara bertajuk “Bimibingan Teknis Persiapan Waralaba” yang diselenggarakan oleh kementerian Negara Koperasi dan UKM RI, kesempatan ini datang dari komunitas TDA Depok yang informasinya saya dapatkan di milis. Saya sudah kira-kira dari dua tahun yang lalu cukup penasaran dengan bisnis sistem waralaba ini atau yang lebih kita kenal sebagai franchise.
Ada dua materi yang saya dapatkan di acara tersebut, yaitu pertama tentang bimbingan teknis waralaba dan yang kedua adalah persiapan legalisasi yang diperlukan untuk memiliki usaha waralaba. Materi pertama tentang bimbingan teknis disampaikan oleh Burang Riyadi. MBA yang cukup dikenal sebagai pakar bisnis franchise dari kantor konsultan International Franchise Business Management (IFBM), sedangkan materi yang kedua disampaikan oleh Carlo T. Maruhum, SH yang merupakan konsultan dari EMP Partnership. Acara ini sendiri bertempat di Hotel Bintang yang ada di Jakarta Pusat.
Menurut Burang Riyadi, waralaba adalah duplikasi usaha yang SUDAH SUKSES, untuk dimiliki dan dijalankan oleh orang lain. Sengaja saya berikan caps lock di tulisan “sudah sukses” karena ini merupakan syarat utama dari bisnis waralaba, agak sulit memang menentukan sukses tidaknya sebuah usaha namun yang paling sederhana adalah melihat bahwa usaha tersebut sudah terbukti mencapai BEP dan memiliki keuntungan per bulan yang cukup memuaskan. Beberapa istilah dalam Waralaba/franchise:


Hari ini dimulai dari pukul 09.00 saya mengikuti sebuah seminar yang merupakan rangkaian dari 





