Rumah Impian..

Semua orang memiliki impiannya masing-masing mengenai apapun, Pasangan, Finansial, Karir, juga mengenai Tempat Tinggal. Ada yang memimpikan sebuah apartemen mewah lengkap dengan segala fasilitas dan pusat perbelanjaan yang menjadi surga bagi mereka yang memang memimpikannya. Ada pun yang memimpikan sebuah rumah kecil yang berada di pesisir pantai berisikan sebuah keluarga kecil yang tiap sorenya menikmati kebersamaan keluarga dengan menyaksikan turunnya mentari di ufuk barat sebagai tanda berakhirnya sebuah perjalanan hidup di hari itu dan siap untuk menyongsong esok hari.

Saya sebagai lajang saat ini sangat memimpikan seorang pasangan yang InsyaAllah suatu saat nanti bersama-sama akan membangun sebuah keluarga bahagia yang senantiasa terlindung dari panasnya terik matahari dan dinginnya hujan dalam sebuah rumah yang tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil bagi keluarga kami nanti.

Rumah bagi saya bukan sekedar tempat tinggal untuk beristirahat atau sekedar tempat berlindung dari cuaca yang kurang menguntungkan untuk keluarga saya nantinya, rumah berarti segalanya untuk kami (saya dan keluarga kecil saya), rumah tempat mulainya cinta kami sebagai sebuah keluarga, rumah sebagai tempat anak-anak kami nanti belajar akan makna hidup sebagai makhluk-Nya, rumah sebagai penyemangat kami ketika sedang dalam kondisi tertekan, rumah sebagai teman berbagi kebahagiaan dan kesedihan keluarga kami, rumah sebagai saksi bisu dari kisah cinta yang memenuhi keluarga kami dengan kedamaian dan kebenaran dalam berkeluarga, dan rumah sebagai tempat kami kembali pulang dan berkumpul bersama sebagai sebuah keluarga setelah pergi dari tempat manapun.

Ya, inilah rumah impianku, mengapa bermimpi itu begitu penting? karena InsyaAllah Dia akan memberikan segala sesuatu sesuai dengan persangkaan hamba-Nya, bila kita benar-benar bertaqwa kepada-Nya…

Aku terserah persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya (memberi rahmat dan membelanya) bila dia menyebut nama-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam dirinya, aku menyebut namanya pada sisi-Ku

Bila dia menyebut nama-Ku dalam perkumpulan orang banyak, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih banyak dari mereka. Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal (dengan melakukan amal shaleh atau berkata baik), maka Aku mendekat kepadanya sehasta.

Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Bila dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat (lari)”.

HR. Bukhari: 8/171 dan Muslim: 4/2061, lafadz hadits ini dalam shahih Bukhari

Lalu apakah impianmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *