jualan dari hati
Entrepreneurship

Menuju Hati Jadikan Jualan Tak Tinggalkan Nyeri

jualan dari hatiAntonio Damasio, seorang professor neuroscience dari University of Southern California mengatakan bahwa Emosi (perasaan) memiliki pengaruh paling kuat dalam diri manusia dalam melakukan pengambilan keputusan, termasuk pengambilan keputusan saat belanja atau membeli produk.
.
Kita semua orang Indonesia sepakat bahwa perasaan ini adanya di dalam “hati”, dan hati seperti yang sudah kita ketahui bersama merupakan penggerak, dalam hal ini menggerakkan diri sang prospek untuk membeli atau justru tidak membeli produk yang Anda tawarkan.
.
Sebelum Anda memulai menawarkan produk, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memperkenalkan diri. Fase perkenalkan ini sangat penting karena merupakan pintu gerbang utama yang meninggalkan kesan baik atau buruk ke dalam hati calon pembeli.
.
Jika dari awal saja Anda salah mempresentasikan diri Anda, maka calon pembeli akan salah sangka terhadap diri Anda yang aslinya adalah orang baik, penuh perhatian, dan memiliki integritas tinggi malah dianggap sebaliknya yaitu kurang perhatian, tidak meyakinkan, dan kesan-kesan negative lainnya hanya karena Anda tidak menegur dengan sapaan yang baik, Anda kurang senyum saat pertama bertemu, atau jika Anda melakukan pendekatan melalui WA, ternyata Anda salah memilih kata dan jarang sekali menggunakan emoticon senyum yang bisa menggambarkan keramahan Anda yang sebenarnya.
.
Oleh karenanya sangat penting bagi Anda untuk menjaga kesan yang baik, mulai dari perkenalan hingga interaksi yang Anda lakukan berakhir. Tentunya bukan kesan yang dibuat-buat, melainkan benar-benar Anda hadirkan diri Anda sebagai pribadi yang bisa membuat nyaman calon pembeli.
.
Calon pembeli yang sudah merasa nyaman, hampir pasti akan membuka hatinya untuk Anda dan produk yang Anda tawarkan, dan jika sudah seperti ini maka proses negosiasi akan jauh semakin mudah dan peluang closing akan semakin tinggi.
.
Rahasia meluluhkan hati yang sudah terbuka adalah dengan bersikap asertif. Apa itu asertif? Asertif adalah kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang dirasakan, diinginkan, dan dipikirkan kepada orang lain, tanpa merugikan orang lain.
Maksudnya gimana? Maksudnya adalah Anda harus lebih dahulu mengerti kondisi calon pembeli sebelum Anda meminta calon pembeli mengerti Anda dan produk yang Anda tawarkan.
.
Dengan kata lain, dalam melakukan penjualan Anda jangan keburu bernafsu mengeluarkan semua senjata jualan Anda kepada calon pembeli, Anda harus mengerti dulu situasinya, atau apabila ada yang ingin lebih dulu disampaikan oleh calon pembeli Anda, maka dengarkanlah dahulu, simak baik-baik dan jangan pernah memotong pembicaraannya.
.
Simaklah kebutuhan-kebutuhannya, dan cari celah untuk menghubungkan antara kebutuhan calon pembeli dengan produk yang Anda miliki. Lagipula manusia mana sih yang tidak merasa lega setelah keinginan-keinginannya didengarkan dengan baik?
Nah setelah rasa lega dan nyaman dimiliki oleh calon pembeli, barulah Anda masuk dengan penawaran-penawaran yang sudah Anda rancang sebelumnya sesuai dengan kondisi yang Ada.
.
Yakinlah Anda akan selalu memiliki cukup waktu untuk menjelaskan dan memaparkan tujuan Anda dalam menawarkan produk lengkap dengan valuenya kepada calon pembeli.
.
Sabar adalah kuncinya, karena hati manusia itu berbeda-beda sesuai dengan kisah hidup yang dialaminya. Ada yang dengan mudah kita buka hatinya, ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya, namun jika Anda cukup bersabar dan bisa mendekati dengan cara dan waktu yang tepat, maka closing penjualan akan dengan segera bisa Anda dapatkan, dan pembeli yang hatinya terbuka untuk Anda maka selanjutnya akan lebih mudah dinaikkan statusnya menjadi pelanggan yang setia untuk Anda.
.
FR

1 thought on “Menuju Hati Jadikan Jualan Tak Tinggalkan Nyeri”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *