Memahami Risiko Berjualan dan Meresponnya

memahami risiko jualan

sumber gambar: hypebot.com

Segala macam kegiatan di dunia ini, jika kita mau menelaahnya sedikit saja, pastilah kita temukan bahwa tidak ada satupun yang tidak memiliki risiko.

Contohnya, bila Anda bernapas risiko yang paling dekat adalah menghirup debu yang bisa membuat Anda batuk-batuk atau pada tingkat yang lebih berbahaya Anda bisa keracunan bila udara yang dihirup mengandung gas yang beracun.

Anda berjalan kaki pun memiliki risiko, yaitu terjatuh. Bahkan pilihan profesi yang katanya paling aman sekalipun, seperti menjadi PNS, menjadi karyawan BUMN atau menjadi karyawan di perusahaan besar swasta multinasional pun memiliki risiko, yaitu risiko dipecat bila tidak bekerja sesuai tuntutan pekerjaan dari atasan/perusahaan tempat ia bekerja.

Rasa-rasanya tidak ada kegiatan kita yang tidak memiliki risiko, begitupun kegiatan berjualan Anda.

Menjual pun memiliki risiko, yaitu sepi peminat dan tidak laku, atau sebaliknya, saat banyak pesanan tapi ternyata Anda tidak sanggup memenuhi stok yang dibutuhkan oleh para pembeli Anda.

Akan tetapi, seorang penjual yang handal tidak fokus dan terhanyut kepada risiko nya. Seorang penjual sejati, justru menjadikan risiko sebagai sebuah motivasi dan alarm, sehingga akan lebih mudah memilih target market dan memilih cara-cara berjualan yang baik dan efektif dengan tujuan untuk meminimalisir risiko yang mungkin akan terjadi.

Dengan memahami risiko yang dihadapi, seorang penjual akan fokus melakukan hal-hal yang membuat risiko itu tidak terjadi.
Contohnya:
Untung adalah seorang  penjual kripik pisang dengan brand Bangnanachips, Untung memahami bahwa berjualan kripik pisang itu sangat mudah karena banyak sekali peminatnya, sehingga risikonya adalah akan banyak penjual-penjual lain yang ikut memasarkan produk ini dan menjadi kompetitornya,
maka Untung berusaha dengan giat mencari kelebihan dirinya sebagai penjual dan mengoptimalkannya, kemudian ia memilah kantung-kantung market mana yang paling mudah bisa ia jangkau untuk selanjutnya ia fokuskan segala daya upaya berjualan yang ia bisa lakukan di kantung market tersebut.

Perhatikan apa yang dilakukan Untung sebagai seorang penjual sejati, setelah dia mengetahui resiko berjualannya, justru dia jadi punya strategi dan cara berjualan yang dilakukan untuk memperkecil risikonya.
Untung tidak takut dengan risiko yang akan dihadapi, sehingga ia memilih untuk maju dengan strategi dan caranya sendiri, ketimbang mundur lalu kalah sebelum bertempur.

Jadi, apakah Anda sudah memahami risiko berjualan yang Anda hadapi? lalu strategi apa yang sudah Anda siapkan untuk mengatasi risiko tersebut?

FR
afrakids.com | bangnanachips.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *