Mau Belum Tentu Mampu

mau belum tentu mampu

sumber gambar: quotefancy.com

Berjualan adalah pengalaman berulang terindah yang pernah saya rasakan dalam hidup saya. Mulai dari jualan alat tulis, buku teks sekolah, komputer, sampai jualan jasa wedding organizer pun pernah saya lakukan.

Dari berbagai pengalaman jualan itu saya seringkali mendapatkan kenyataan bahwa calon pembeli akhirnya tidak jadi membeli bukan karena tidak tertarik dengan apa yang kita tawarkan, bukan pula karena mereka tidak membutuhkannya. Tapi karena belum mampu membelinya dikarenakan harga yang ditawarkan melampaui budget yang sudah mereka siapkan untuk membeli kebutuhan tersebut.

Penjual juga seorang manusia, yang di banyak kesempatan lainnya berperan sebagai pembeli, dan cobalah Anda ingat-ingat sebagai pembeli, apakah Anda memiliki budget tertentu ketika ingin membeli barang atau jasa yang tersedia di pasaran?
Kemudian coba ingat-ingat lagi, apa yang akan Anda lakukan jika ternyata ada produk bagus yang Anda butuhkan dan membuat Anda sangat berminat untuk membeli dan membawanya pulang, tapi ternyata harganya cukup jauh di luar budget yang Anda siapkan?

Paling tidak kemungkinannya ada 4, yaitu:

  1. Anda akan mencoba nawar dengan harga yang sesuai dengan budget Anda kepada penjualnya,
  2. Jika tidak memungkinkan untuk nawar, Anda akan mencoba berdiskusi dengan penjualnya untuk meringankan cara pembayarannya,
  3. Karena produk ini adalah sesuatu yang sangat Anda inginkan, akhirnya Anda memutuskan untuk menabung, berharap saat memiliki uang yang cukup Anda akan segera membelinya.
  4. atau yang terakhir, jika 3 hal di atas tidak berhasil, maka Anda akan dengan cukup berat hati segera berlalu meninggalkan penjual tersebut dan tidak jadi membeli, namun mencari penjual/merek alternatif yang bisa menawarkan harga lebih rendah, walaupun mungkin barang yang ditawarkan berkualitas lebih rendah tapi masih memiliki fungsi yang sama.

Nah, rupanya di luar sana, buanyakk sekali orang yang memiliki pengalaman yang sama dengan Anda barusan, yaitu punya keinginan untuk membeli, namun apa daya ternyata kemampuan untuk membeli belum kunjung tersedia di saat yang sama.

Pertanyaannya sekarang, apakah orang-orang seperti di atas layak diperjuangkan oleh seorang penjual?

Menurut pengalaman saya, orang-orang yang memiliki keinginan tinggi untuk membeli sebuah produk namun tidak kesampaian akan menyimpan angan-nya cukup dalam, sedalam rasa cintanya terhadap produk tersebut.

Nah, dari kacamata seorang penjual yang hanya berfokus pada keuntungan sesaat, orang-orang yang mau tapi belum mampu ini menjadi tidak penting, karena tidak bisa mendatangkan penjualan di saat yang sama dengan penawaran yang diajukan oleh sang penjual.

Namun berbeda bila yang melihat adalah seorang penjual yang berfokus pada kualitas layanan penjualan, memiliki mindset keuntungan jangka panjang, dan melakukan penjualan atas asas memanusiakan manusia.
Penjual jenis ini, sangat paham bahwa jikalau ternyata tidak membeli sekarang, orang-orang yang mau tapi belum mampu ini akan menjadi pembeli yang loyal di saat yang tepat, tugasnya sebagai penjual hanyalah tetap mempertahankan silaturahim dan memastikan keinginan membelinya tidak luntur, sehingga jika waktunya datang maka sang penjual ini akan menjadi orang pertama yang dihubungi untuk melakukan pembelian.

Kembali pada 4 kemungkinan yang sudah saya sebutkan sebelumnya, jika boleh saya berikan saran, cobalah Anda pikirkan cara supaya calon pembeli yang “mau tapi belum mampu” itu paling jauh berakhir di poin nomor 3.

Saya tidak menyarankan Anda bermain di harga, terutama yang Anda sendiri menjadi tercekik akibat tidak memiliki margin yang cukup. Masih lebih baik Anda permudah cara pembayarannya, misalnya boleh membayar 2-3 kali, dan barang akan diberikan saat pelunasan dilakukan. Atau silahkan cari cara lain yang intinya meringankan pembeli Anda saat membeli tapi tidak terlalu menggerus keuntungan berjualan Anda.

Atau jika Anda seorang penjual yang cukup berpengalaman dan sabar, maka Anda bisa mengarahkan pembeli Anda melakukan poin nomor 3, yaitu menabung sampai akhirnya mampu untuk membeli produk yang Anda tawarkan kepadanya. Walaupun cara ini sangat tergantung dari sekuat apa value atau branding produk yang Anda tawarkan.

Yuk, kita mulai menjadi penjual yang tidak berfokus pada keuntungan sesaat semata, tapi jadikan kegiatan berjualan kita sebagai jalan untuk membantu orang lain mencapai kebutuhan dan keinginan positif terbaiknya.

FR
afrakids.com | bangnanachips.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *