Latar Belakang Riset saya (semoga tidak diminta untuk revisi lagi oleh pembimbing)

Era globalisasi dan era informasi yang akhir-akhir ini mulai masuk dan berkembang pesat di Indonesia telah membuat tuntutan-tuntutan baru di segala sektor dalam Negara kita. Tidak terkecuali dalam sektor pelayanan kesehatan, era globalisasi dan informasi seakan telah membuat standar baru yang harus dipenuhi oleh seluruh pemain di sektor ini. Hal tersebut telah membuat dunia keperawatan di Indonesia menjadi tertantang untuk terus mengembangkan kualitas pelayanan keperawatan yang berbasis teknologi informasi.

Kualitas atau mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit bergantung kepada kecepatan, kemudahan, dan ketepatan dalam melakukan tindakan keperawatan yang berarti juga pelayanan keperawatan bergantung kepada efisiensi dan efektifitas struktural yang ada dalam keseluruhan sistem suatu rumah sakit. Pelayanan rumah sakit setidaknya terbagi menjadi dua bagian besar yaitu pelayanan medis dan pelayanan yang bersifat non-medis, sebagai contoh pelayanan medis dapat terdiri dari pemberian obat, pemberian makanan, asuhan keperawatan, diagnosa medis, dan lain-lain. Ada pun pelayanan yang bersifat non medis seperti proses penerimaan, proses pembayaran, sampai proses administrasi yang terkait dengan klien yang dirawat merupakan bentuk pelayanan yang tidak kalah pentingnya.

Pelayanan yang bersifat medis khususnya di pelayanan keperawatan mengalami perkembangan teknologi informasi yang sangat membantu dalam pendokumentasian asuhan keperawatan dimulai dari pemasukan data secara digital ke dalam komputer, intervensi apa yang sesuai dengan diagnosis yang sudah ditegakkan sebelumnya, hingga hasil keluaran apa yang diharapkan oleh perawat setelah klien menerima asuhan keperawatan, dan semua proses tersebut tentunya harus sesuai dengan NANDA, NIC, dan NOC yang sebelumnya telah dimasukkan ke dalam database program aplikasi yang digunakan.

Kegiatan pendokumentasian keperawatan mencakup pencatatan secara sistematis terhadap semua kejadian dalam ikatan kontrak perawat-klien dalam kurun waktu tertentu secara jelas, lengkap, dan objektif (Nursalam, 2008). Tornvall dan Wilhelmsson (2007) membuktikan dalam penelitiannya bahwa, “praktisi kesehatan umumnya mengunakan dokumentasi keperawatan sebagai sumber informasi terdepan untuk melakukukan tindakan selanjutnya”, dua sumber diatas cukup menggambarkan betapa pentingnya pendokumentasian keperawatan yang mudah diakses, cepat, jelas, dan sudah dibakukan dalam penyajian informasi yang dibutuhkan oleh semua tenaga kesehatan sebagai dasar pengambilan keputusan, oleh karena itu pendokumentasian keperawatan yang terkomputerisasi sangatlah dibutuhkan. Selain itu diketahui bahwa pendokumentasian keperawatan konvensional dengan menggunakan kertas lebih banyak memakan biaya ketimbang menggunakan dokumentasi keperawatan terkomputerisasi, karena semakin hari harga kertas semakin mahal sehubungan dengan semakin sulitnya bahan baku yang tersedia di alam, sedangkan nilai suatu bentuk teknologi akan semakin murah terkait dengan cepatnya kemunculan teknologi-teknologi baru yang menggantikannya.

Realitas yang ada di Indonesia khususnya DKI Jakarta menyatakan bahwa belum banyak institusi pelayanan kesehatan yang menggunakan perkembangan teknologi informasi ini sebagai alat bantu untuk meningkatkan pelayanan terhadap klien. Di DKI Jakarta sendiri menurut PDPERSI (Pusat Data dan Informasi PERSI) terdapat 112 Rumah Sakit baik swasta maupun milik pemerintah, dari jumlah itu diperkirakan tidak sampai 50% dari jumlah total rumah sakit sudah menggunakan computerized nursing documentation.

Menurut hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada beberapa perawat yang bekerja di rumah sakit berbeda yang berlokasi di DKI Jakarta, peneliti mendapatkan bahwa beberapa rumah sakit masih menggunakan dokumentasi keperawatan konvensional dengan menggunakan kertas meskipun dalam hal administrasi dan rekam medik untuk klien sudah menggunakan komputer. Hal ini menggambarkan kepada kita bahwa peningkatan mutu dokumentasi keperawatan belum menjadi prioritas penting dalam usaha meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di sebuah rumah sakit.

Belum banyaknya penelitian di Indonesia yang berfokus terhadap penggunaan dokumentasi keperawatan yang berbasis komputer juga ikut menyumbangkan ketidakyakinan pihak manajemen rumah sakit dalam mengambil kebijakan untuk menggunakan sistem ini, oleh karena itu peneliti merasa sangat terdorong untuk melaksanakan penelitian mengenai penggunaan dokumentasi keperawatan berbasis komputer.

4 thoughts on “Latar Belakang Riset saya (semoga tidak diminta untuk revisi lagi oleh pembimbing)

  1. Mudah2-an risetnya di ACC.
    Semoga kedepannya dokumentasi keperawatan berbasis komputer bisa diterapkan di seluruh institusi kesehatan di Indonesia dan menjadikan salah satu solusi yang mudah dan murah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *