Kenapa Harus Malu?

Banyak yang berpikir bahwa pekerjaan-pekerjaan tertentu hanya layak dilakukan oleh orang yang bukan lulusan sarjana atau kasarnya hanya pantas dilakukan oleh orang-orang yang tidak sekolah. Pekerjaan itu diantaranya adalah buruh bangunan, tukang ojek, tukang becak, atau tukang sayur. Banyak yang memandang pekerjaan-pekerjaan tersebut dengan sebelah mata, tidak sedikit pula orang-orang di kota-kota besar bahkan meremehkannya.

Namun saya tidak ambil pusing akan hal itu, toh itu hanyalah pemikiran picik orang-orang tertentu yang biasanya (hanya) merasa bahwa dirinya lah yang paling hebat. Oleh karena itu saya memberanikan diri untuk mengambil keputusan menjadi seorang tukang sayur. Ya Anda tidak salah baca, saya benar-benar ingin menjadi tukang sayur, sebuah sebutan yang diberikan kepada orang yang aktif berjualan sayur dalam kesehariannya.

Saya berjualan sayur melalui fasilitas internet, diantaranya saya menggunakan akun twitter @GrosirSayuran dan sebuah blog berbasis wordpress di grosirsayuran.wordpress.com. Karena saat ini saya masih menjadi seorang staf di salah satu NGO internasional yang harus  ke kantor dari Depok ke Jakarta setiap hari, maka saya baru bisa berjualan via internet. Yang menjadi target market saya adalah para pengusaha kuliner yang ingin lebih fokus mengembangkan produk dan perluasan pemasaran bisnisnya, sedangkan peran @GrosirSayuran adalah mensuplai bahan baku sayuran yang dibutuhkan oleh sang pengusaha kuliner tersebut.

Apakah ini sebuah ceruk bisnis baru? tentu saja bukan, sudah banyak pemain yang ada di bidang ini. Namun bukankah berkompetisi tanpa pesaing itu sangat membosankan?

lalu menjadi tukang sayur, Kenapa Harus Malu? 🙂

header blog

 

2 thoughts on “Kenapa Harus Malu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *