Kebanyakan malah susah ternyata

itulah yang terjadi pada postingan kali ini,

kebanyakan ide di otak, malah jadi bingung mau nulis yang mana dulu.

kebanyakan gaya bahasa yang mau dipake, malah jadi ngeri sendiri jangan-jangan pesannya gak sampai.

kebanyakan hubungan sinaps antara sel otak, malah jadi mumet sendiri karena gak ketauan mana ujung mana pangkal idenya.

kebanyakan hikmah yang didapat sekaligus kepingin semuanya bisa dikeluarkan dalam satu tulisan, malah… ah sudahlah dimulai aja deh tulisannya, entah jadinya nanti tulisan kayak apa…

Pertama, kondisi saya saat ini sedang sangat bersemangat, bila dianalogikan mungkin sama dengan semangat para pejuang kemerdekaan dulu… ya kemerdekaan… ingin merdeka dari semua rasa takut yang selama ini menghantui… ingin merdeka dari semua prasangka buruk yang bahkan mulai diarahkan pada kehidupan diri sendiri… ingin merdeka menyampaikan rasa yang ada…

Kedua, bila kemerdekaan di poin pertama tadi bisa saya dapatkan dengan taktik militer layaknya di film Darah Garuda, alangkah lebih mudah. Tapi nyatanya tidak, karena tidak ada satu hati pun yang bisa ditundukan selain dengan hati yang lain, meski harus bertumpahnya darah.

Ketiga, lalu pertanyaannya mulai mengemuka, akan dikemanakan semangat yang sedang menggelora ini?? ada sebuah suara ringan yang pesannya sama sekali tidak bisa diringankan begitu saja:  “mudah kawan, alihkan semangat itu untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, lalu luluhkan hatinya lewat jalan yang diridhoi oleh Penciptamu lengkap dengan doa-doamu, karena sesungguhnya Dia-lah yang lebih tau akan dirimu, dan Dia-lah yang akan menunjukan jalan dan pilihan terbaik-Nya padamu”

terdiam, tertunduk, dan malu…..

4 thoughts on “Kebanyakan malah susah ternyata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *