Inspirasi dari Para Pasangan Pengusaha Muda Itu

Seumur hidup saya hingga usia 21 tahun ini, terhitung sudah 4 kali saya mendapati pasangan pengusaha muda (suami-istri) yang berjuang bersama-sama lewat jalur wirausaha dalam membangun perekonomian keluarga kecil mereka yang baru seumur jagung. Mereka begitu berani dan menurut saya mereka adalah orang-orang visioner karena pastinya memiliki tujuan yang jelas sebelum mereka memutuskan untuk menikah sekaligus menjalani bisnis yang saya dapati bahwa usaha mereka baru seumur jagung juga (umur usahanya kurang dari 6 bulan).

gambar diambil dari http://luluk.student.umm.ac.id

Tidak cukup banyak orang memang yang berani melakukan ini,karena umumnya orang baru berani memutuskan menikah ketika merasa sudah mumpuni dari sisi finansial untuk menjalani rumah tangga, Namun tidak bagi keempat pasangan yang saya sebutkan di atas. Sejauh yang saya amati, mereka jauh dari istilah”siap finansial” ketika memutuskan untuk menikah, ya Anda pasti mengerti bagaimana keadaan orang yang baru merintis usaha.

Pasangan jenis ini pertama kali saya temui ketika saya duduk di bangku SMA, pada waktu itu saya masih tinggal di Bekasi. Suami-istri muda ini bergelut di bidang usaha kuliner, yaitu menjual mie ayam dengan brand “Mie Ayam Mangga Besar”, sudah cukup tersohor memang brand ini di daerah yang mayoritas masyarakatnya dari etnis Tiong Hoa, dan pasangan muda ini adalah keturunan etnis Tiong Hoa. Tapi yang mengejutkan adalah, mereka berani membuka usahanya di daerah yang bukan mayoritas keturunan Tiong Hoa. Secara kebetulan saya juga memiliki sedikit darah Tiong Hoa yang didapat dari Kakek jalur ibu saya, sehingga rasa mie ayam yang dihasilkan dari usaha pasangan tersebut sudah cukup familiar di lidah dan dengan mudah saya menjadi pelanggan dari sepasang pengusaha mie ayam ini.

Pendek cerita, saya selalu memperhatikan interaksi keduanya. Tiada raut muka lelah tertoreh di wajah mereka yang lebih sering terlihat berkeringat oleh saya, mereka lebih banyak saling tersenyum meski saya tau lelahnya melayani pembeli, lalu belakangan saya baru mengerti ternyata cinta antar mereka lah yang menjadi sumber energi sekaligus menjadi kunci kesuksesan usaha yang dijalaninya. Bagaimana tidak, bila setiap pembeli juga ikut merasakan kehangatan senyum dari cinta mereka, tak pernah mereka tidak tersenyum kepada setiap pembeli yang datang. Selain itu karena cinta pula lah, hasil masakan mereka lebih “terasa” di lidah dan di hati pembelinya, mereka membuat mie ayam penuh dengan semangat dan cinta yang bergelora untuk menafkahi keluarga kecil mereka, mereka begitu bersemangat karena sama-sama yakin dan telah membuktikan bahwa masing-masing dari mereka berjuang sekuat tenaga untuk saling memberikan yang terbaik bagi pasangannya.

Satu hal yang dimiliki pasangan ini namun tidak dimiliki oleh pasangan lain adalah mereka benar-benar yakin dan percaya bahwa bila mereka berusaha dengan penuh cinta dan niat tulus, maka kebaikan lah yang akan mereka dapatkan di akhir walaupun di awal-awal masa mereka membangun usaha dan pernikahan mereka dalam satu waktu sekaligus pastilah memiliki kesulitan tersendiri, dan boleh jadi kesulitan-kesulitan itulah yang bahkan dicari oleh mereka dengan dalih bahwa kesulitan lah yang membuat mereka semakin kuat menghadapi cobaan hidup di kemudian hari.

Bahkan ternyata keyakinan mereka akan kekuatan cinta tersebut bukanlah hanya teori dan isapan jempol semata, saya sendiri menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri sebagai pelanggan setia mereka bahwa semakin hari semakin banyak pembeli yang datang ke tenda mereka, dan fenomena ini juga terjadi di beberapa pasangan pengusaha muda yang selanjutnya saya temukan di tempat yang berbeda.

Usaha mereka (pasangan pengusaha muda) ini begitu cepat berkembang, seperti pasangan kedua yang saya temui adalah penjual pulsa di dekat tempat tinggal saya sekarang. Awalnya mereka hanya tinggal dan berjualan di kios kecil yang mereka sewa, model pelayanannya pun tidak jauh berbeda dengan pasangan sebelumnya, yaitu ramah dan hangat melayani pembeli dan sekarang mereka telah bisa menyewa juga kios yang sama di sebelah kios lama mereka, dan sekarang tidak hanya menjual pulsa tapi juga menjual berbagai aksesoris handphone beserta menjual minuman ringan dan makanan-makanan ringan dalam kemasan.

Lagi-lagi saya menemukan pola yang sama, yaitu kebersamaan, keharmonisan, dan saling pengertian antar pasangan muda yang tertular ke dalam cara mereka membangun usaha mereka. Tak butuh usaha yang ekstra keras untuk tersenyum dan bersikap hangat, karena sudah dengan sendirinya terpancar dari dalam hubungan mereka sebagai suami istri yang dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya termasuk para pembeli dan pelanggan, sehingga makin betah dan akan selalu kembali melakukan perniagaan dengan pasangan muda ini dalam hati yang senang dan hangat juga tentunya.

Tergelitik hati dan pikiran saya dalam beberapa waktu belakangan ini, ingin sekali rasanya seperti mereka, menjadi pasangan muda sebagai suami istri sekaligus menjadi pengusaha muda, tidak mudah memang namun bila sudah diniatkan dan senantiasa berpikir positif kepada Sang Maha Pemberi Rezeki, saya yakin tidak ada kesulitan yang tak bisa dilewati dengan baik, yang bahkan akan membuat bisnis semakin kuat sekaligus mempererat hubungan pernikahan itu sendiri.

Wallahu a’lam bish-Shawab

semoga bermanfaat…

20 thoughts on “Inspirasi dari Para Pasangan Pengusaha Muda Itu

  1. Saya salah satu tipe customer yang mendahulukan serview tuh bung Don, karena itu akan terasaa sekali ke setiap pembeli (rasa dihargai, diperhatikan dll). Jadi tidak heran ketika usaha-usaha di atas berbuah maksimal 🙂

    Turut mendoakan semoga keinginan bro Doni tercapai mendapatkan pasangan yang diidam-idamkan ^^,

    • iyah, dan menjadi pengusaha yang memberikan layanan optimal itu juga bukan hal yang mudah…cuma ya itu, kalo belajar dari mereka2 yang penuh cinta mengerjakan usahanya, kayaknya gampang banget memberikan layanan yang uoke kepada klien… hmmm, mungkin karena saya masih kurang mencintai pekerjaan saya kali ya?? atau karena kurang cinta yang lain?? *jago bener dah gw kalo disuruh bikin pembenaran* hihihi…

      btw thanks om Dod doanya, ane selalu doain ente juga lho… =)

  2. kayanya Om Doni mau buru-buru married nih :D.
    Tapi memang benar etnis tiong hoa mempunyai semangat yang bisa saya acungkan jempol. Ketika saya makan di daerah Gloria Glodok. saya ngobrol dengan penjual Mie ayam disana yang ber etnis tiong hoa..kaget saya ketika dia bilang sama saya bahwa anaknya dikuliahin di fakultas kedokteran di Jerman…hoooaaahhh…!!!

    • wow…
      etapi emang gak ada yang salah kok dengan “pengen cepat menikah”…sah-sah saja… yang penting niatnya aja yang lurus… bukan cuma pengen kenikmatan dunia doang…*sotoy-nya kumat*
      nah karena saya muslim, dan dalam Islam menikah itu adalah ibadah, maka gak ada dalam kamus saya istilah “monggolah”, “silahkan”, dll dalam ibadah…karena harus fastabiqul khairat (berlomba dalam kebaikan) *lagi-lagi pembenaran yang brilian* haha…

  3. wah, bagusnya kalo bung Doni menikah sama gadis Tionghoa muslim sehingga ibadahnya dapet dan bonusnya mantep. Saya ada kenalan nih. Mau?!

    *sekedar bikin rusuh* 😀

  4. salam kenal sebelumnya……
    bagi sebagian orang menikah itu ceritanya menakutkan, ENAKNYA DIKIT susahnya banyak bo….y klu dipikirin memang betul, klu dirasakan bisa ya bisa tidak….. daripada2 ah mendingan jalanin because LIFE MUST GO ON..
    f penulis salut tuk infonya!
    see you

    • salam kenal juga bang Yudi….
      untung saya bukan termasuk sebagian yang itu, karena di kepala saya yang namanya menikah itu nikmat, kalopun ada susah ya tinggal dihadapi saja… walau sulit tapi yakin bisa dilewati bersama dengan sang Istri nanti *halah, kayak yang udah tau aja gw*
      makasih udah mau main ke blog yang sederhana ini… =)

  5. saya juga pelaku nikah muda,n juga pernah beberapa kali coba usaha tapi ternyata ALLAH belum mengijinkan mas………intinya doakan saya tetep semangat untuk jd lebih baik mas

  6. Selamat siang ^^
    Salam blogger …

    saya senang membaca tulisan kk yang satu ini ^^ jadi keinget sinteron ketika cinta bertasbih. saya ingin punya suami yang soleh, baik, cerdas, pengertia, dan seorang pengusaha sukses. amiinn =) hehehe…

    mampir ya kak, ke blog saya, jangan lupa tinggalkan jejak di

    http://pelangiituaku.wordpress.com/2010/08/24/welcome-to-the-next-city-2010-%E2%80%9Cjelajah-kota-depok-2010%E2%80%9D/

    karena saya sedang mengikuti lomba blog ^^ doakan menang ya kak^^ terima kasihh..

    salam,
    pelangiituaku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *