Skip to content

Ramadoni.com

Web, Photography, and Ramadoni's Life Journal

Archive

Category: Photography

Bermula dari keikutsertaan saya dalam sebuah organisasi kepemudaan yang bernama YEP! (Youth Empowering) yaitu sebuah organisasi baru yang memiliki visi untuk bisa memberdayakan pemuda Indonesia di segala bidang yang mungkin kami bisa jangkau, yang tentunya sama-sama kita tahu bahwa pemuda adalah kunci dari kemajuan sebuah bangsa dan negara.

Namun ternyata potensi YEP! ternyata dilirik oleh sebuah organisasi yang jauh lebih besar yaitu Global Peace Festival Foundation. dan kami pengurus YEP! mendapatkan kesempatan untuk diberikan pelatihan oleh GPFF dalam bentuk workshop selama dua hari satu malam di Puncak. Apa sih bentuk pelatihannya? dan buat apa harus dilatih segala? Mungkin sebelumnya akan saya ceritakan dengan singkat apa sih sebetulnya GPFF tersebut? apa sih visi dan misi yang diusung oleh GPFF?

GPFF sebuah organisasi yang memiliki misi perdamaian dunia, memiliki mimpi di suatu saat tidak ada lagi pembeda-bedaan orang berdasarkan warna kulit, kebangsaan, suku, ras, agama, dan pembatas-pembatas lainnya yang sampai sekarang menjadi alasan terkuat untuk berperang dan menciptakan ketidaknyamanan yang mengglobal di seluruh dunia. Untuk memenuhi mimpi tersebut dibutuhkan usaha yang tidak mudah juga dibutuhkan banyak sukarelawan yang aktif untuk menyuarakan dan tidak hanya cukup sampai di situ melainkan juga sukarelawan yang aktif melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang mendukung visi dan misi tersebut.

Menjadi sukarelawan (selanjutnya disebut GPV, Global Peace Volunteer) bukanlah perkara mudah, karena harus memahami dulu konsep “Peace” yang dibawa oleh GPFF ini. ada 3 Pilar utama yang mendukung tercapainya perdamaian yang mendunia menurut GPFF:

  1. Persatuan Antar Umat Beragama
  2. Penguatan Keluarga
  3. Budaya untuk Melayani Orang Lain

continue reading…

hati-hati karena Anda akan menemukan sebuah tulisan lebay kali ini…. (goodluck)

Postingan kali ini akan bercerita tentang bagaimana saya akhirnya mendapatkan Lensa Canon 75-300mm USM III yang saya idam-idamkan 6 bulan terakhir ini. Bermula dari keinginan untuk memiliki sebuah lensa tele untuk menghasilkan foto-foto candid yang menawan. Namun apa daya minimal harga Lensa tele itu 1,7-1,8 juta-an dan nominal itu begitu besar untuk saya hingga pada beberapa hari yang lalu akhirnya terkumpul uang 2 juta rupiah yang khusus saya alokasikan untuk menambah “persenjataan” fotografi saya, karena saya ingin lebih serius lagi di bidang ini.

kenapa harus 75-300mm, kenapa gak yang 18-200mm, kenapa gak yang 55-250mm?? jawabannya klasik dan pasti udah ketebak…. yak betulllll…. saya cuma MAMPU beli yang 75-300 yang pada saat saya membeli harga berada pada posisi 1,785 juta.

sebelum saya banyak bercerita ini lah penampakan dari lensa 75-300mm saya

si tele nih

continue reading…

waaaaa… sangat terlambat postingan ini mengingat acara ini sudah seminggu lebih berlalu dan saya baru membuat postingan mengenai acara yang unik dan seru tersebut.
Beberapa poin yang saya tangkap dari acara Amprokan Blogger adalah: selengkapnya...

this is the latest stock of rubber sandal, made for cute girl.. =) selengkapnya...

headquarter of Indonesian Microeconomics, Indonesian local product will be displayed to international and national level investor here… selengkapnya...

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes