Skip to content

Ramadoni.com

Web, Photography, and Ramadoni's Life Journal

Archive

Category: Nursing

ind2009Selasa, 12 Mei 2009, yup hari ini merupakan hari Perawat Sedunia (International Nurses Day) sekaligus peringatan 11 tahun reformasi (lengsernya Mbah Harto). Bila tahun kemarin, 2008 hari perawat sedunia diperingati dengan aksi penuntutan disahkannya Undang-undang Keperawatan, maka berbeda dengan tahun ini. Saya hampir tidak mendengar adanya isu untuk kembali mendesak kaum parlemen untuk segera mengesahkan UU Keperawatan di Indonesia, yah mungkin karena memang situasi politik yang tidak tepat, dimana gedung DPR sekarang sedang tidak ada isinya. selengkapnya...

Tulisan kali ini memberikan sebuah contoh kasus yang kemudian akan menggambarkan bagaimana seorang perawat membuat sebuah rencana asuhan keperawatan untuk menangani kasus tersebut.

Kasus:

Ny.G, seorang wanita berusia 75 tahun, masuk di unit bedah dari ruang pemulihan setelah pemasangan pen pada pinggulnya. Riwayatnya menunjukkan bahwa Ny.G tinggal sendirian di sebuah apartemen. Suaminya meninggal 10 tahun lalu, Ny.G mempunyai banyak teman dan terlibat dalam kegiatan komunitas lansia. Beliau suka jalan-jalan dan naik sepeda. Kali ini dia masuk RS karena jatuh dari sepeda. Program medis pascaoperasi untuk Ny.G adalah sebagai berikut.

  • Kateter Foley untuk drainase berat jenis
  • D52% NaCl dengan KCl 20 mEq untuk diinfuskan selama 8 jam
  • Morfin sulfat 1-2 mg, bolus IV, setiap 15 menit sampai nyaman, maksimum 10 mg dalam 1 jam.
  • Morfin sulfat 6-8 mg, IM setiap 3-4 jam, bila nyeri.
  • Phenergan 25 mg IM setiap 4-6 jam, bila mual.
  • Darah perifer lengkap (DPL) dan elektrolit besok pagi.
  • Trapeze di atas kepala tempat tidur.
  • Balikkan klien ke sisi tubuh yang tidak sakit setiap 1-2 jam.
  • Matras pengurang tekanan diletakkan di atas tempat tidur untuk mengurangi tekanan pada daerah penonjolan tulang.
  • Ambulasi klien dengan bantuan pada pagi hari dan kemudian empat kali sehari.

Pengkajian

Pukul 16.00 – pengkajian awal yang dilakukan oleh perawat setelah klien kembali dari ruang pemulihan menunjukkan bahwa klien tidur dengan nyaman, tanda vital dalam batas normal, dan balutan operasi kering dan utuh, Keteter Foley mengeluarkan urine berawarna kuning. Tetesan infuse sesuai dengan jumlah yang diresepkan; kulit hangat dan kering.

continue reading…

Some people especially man want to have a big-strong-formed muscle to attract woman or to be respected by other people. But in fact, many of them didn’t know how to make their muscle bigger, stronger than they ever see or think. After searching for many resources such as, my own and other bodybuilder experiences; books; online sources; muscle building products review; and experts video tutorials; I want to write down here just for my readers what I’ve got and compile the best and the fastest way to gain a big-well formed-strong muscle. Here is the best source you ever get

1.      Decrease Your Workout Time

Perform more work in less time and you have increased your work capacity. Work refers to the number of sets, reps and poundage within your workout. Who is fitter? The guy who can do 4 sets of 185 pounds bench press with 30 second rest or the guy who can do 4 sets of 185 pound bench press with 90 second rest? The one who can do the same amount of work in less time. Guess who is more muscular? The one who has a higher work capacity.

continue reading…

Dunia keperawatan memiliki sebuah prinsip terapeutik dalam segala tindak-tanduknya saat menghadapi klien. Terapeutik?? bagi Anda pembaca yang tidak dekat dengan dunia kesehatan atau keperawatan, mungkin agak sedikit bingung dengan istilah ini. Terapeutik adalah segala tindakan atau usaha yang memberikan manfaat kesehatan atau mengembalikan ke kondisi sehat pada orang yang sedang sakit. Jadi perawat dituntut dalam setiap kegiatannya yang berhubungan dengan klien memiliki efek terapeutik yang membawa kesembuhan bagi kliennya. selengkapnya...

UUUpppss… Judulnya jangan ditelan mentah-mentah gitu aja yah…

odolOdol atau pasta gigi merupakan zat wajib digunakan pada saat kita menggosok gigi, namun bedanya halnya bila untuk menangani luka bakar. Banyak orang yang salah kaprah dengan memberikan pertolongan pertama luka bakar menggunakan odol/pasta gigi, karena pada tidak ada satu zat pun dalam odol/pasta gigi yang dapat mengurangi nyeri atau apapun malahan ada penelitian yang mengatakan bahwa odol/pasta gigi tersebut mengandung bahan kimia yang dapat “memakan” sel-sel tubuh yang luka tersebut, dan akhirnya akan menimbulkan jaringan parut yang akan membekas pada kulit yang terkena luka bakar tersebut.

continue reading…

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes