Cara Membandingkan Produk Kita dengan Produk Kompetitor dengan Elegan

cara membandingkan produk dengan produk lain

Semakin hari persaingan di dunia bisnis semakin ketat. Merek-merek baru bermunculan dengan cepat, dan di saat yang sama juga tidak sedikit merek-merek lama yang tidak kuat menghadapi kompetisi akhirnya redup kemudian menghilang.
.
Kondisi persaingan yang begitu ketat ini akhirnya suka tidak suka membuat kita sebagai penjual seringkali ditanya begini oleh calon pembeli:

bedanya produk ini dengan produk X apa ya?

Atau bahkan ada kondisi di mana kita harus menjelaskan perbandingan produk tanpa diminta oleh calon pembeli, misalnya saat kita menawarkan produk kepada orang yang sudah menjadi pengguna produk lain yang sejenis dengan produk yang kita tawarkan.
.
Membandingkan keunggulan produk kita dengan produk kompetitor bisa membuat calon pembeli meyakini bahwa produk kita adalah produk yang tepat dengan kebutuhannya, produk kita memberi banyak keuntungan, dan membuat calon pembeli memahami poin-poin khusus yang ada pada produk kita namun tidak dimiliki oleh produk sebelah.
.
Nah saat membandingkan produk kita dengan produk kompetitor, ada etika yang sangat perlu dipegang, agar tetap elegan dan bisa memenangkan persaingan tanpa melukai pihak manapun.
Apa itu?

1. Fokuslah dengan kelebihan produk kita

Sebagai seorang penjual, memiliki pemahaman mengenai seluk beluk produk sangatlah penting.
.
Misalnya, saat Anda menjual kaos Afrakids, Anda harus memahami sekaligus mengkomunikasikan kepada calon pembeli bahwa Afrakids tidak sekedar menawarkan kaos anak dengan kualitas tinggi karena menggunakan bahan katun Combed 24S berstandard “OEKO-TEX class I” dengan kualitas terbaik di Indonesia saat ini,
namun lebih dari itu, Afrakids menawarkan produk anak dengan muatan islami sehingga anak-anak yang memakainya akan selalu dikelilingi oleh hal-hal positif dan secara tidak langsung ikut memberikan suasana islami kepada lingkungan di sekitarnya.
.
Hal ini sudah termasuk kelebihan sebuah produk, karena pada saat yang sama memiliki dua poin tersebut sekaligus yaitu kualitas dan konten positifnya. Nah tugas Anda sekarang adalah cari kelebihan produk Anda dibandingkan dengan yang lain.

2. Tidak menjatuhkan produk kompetitor

Meskipun tujuang membandingkan kelebihan produk kita adalah untuk memenangkan hati calon pembeli, namun hal ini tidak langsung berarti kita bisa menjatuhkan produk kompetitor seenaknya. Kita harus memahami batasan etika dan jangan sampai terkesan “menyerang” yang membuat kompetitor merasa dihina dan direndahkan.

3. Tampilkan referensi dari pihak ketiga

Referensi dari pihak ketiga atau pihak di luar dari tim/personil kita sangatlah penting untuk menambah kepercayaan dari calon pembeli, karena ulasan, testimoni, maupun opini dari pihak ketiga akan dinilai lebih objektif dibandingkan jika hanya kita sebagai penjual/pemilik produk yang menjelaskan kelebihan produk kita sendiri.
.
Usahakan Anda memiliki referensi dari pihak ketiga terutama dari orang yang diketahui oleh calon pembeli, dan jangan sampai lupa untuk menampilkannya, karena dengan begitu calon pembeli akan lebih memperhatikan produk Anda dan merasa lebih yakin untuk melakukan pembelian.

Demikian cara yang elegan dan tepat ketika membandingkan produk kita dengan produk kompetitor.
.
Yang terpenting adalah kita senantiasa memberikan yang terbaik yang kita bisa kepada calon pembeli, tentunya dengan cara-cara yang elegan dan tidak menjatuhkan pihak manapun.
Karena seorang penjual terbaik adalah orang yang selalu bisa membuat produk yang dijualnya terlihat baik tanpa berbohong, dan tanpa menjatuhkan pihak lain.

FR – Afrakids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *