Cara Cerdas Melayani Pelanggan dalam Bisnis Anda (Part 2)

Di tulisan sebelumnya saya sudah membahas salah satu contoh bentuk layanan yang bisa Anda berikan kepada para pelanggan Anda.

Nah di tulisan kali ini saya ingin membahas mengenai bagaimana Anda bisa meningkatkan layanan kepada pelanggan Anda melalui keahlian mendengarkan.

mendengarkan

flickr.com

Benar, Anda tidak salah baca, salah satu keahlian terpenting dalam melayani pelanggan Adalah keahlian mendengarkan.

Coba Anda bayangkan jika Ada seorang pelanggan yang datang atau mengirimi Anda pesan di WhatsApp atau BBM untuk komplain seperti ini:
“Wah mbak kok lama banget sampainya, sudah 4 hari nih belum saya terima juga barangnya”, kira-kira Anda akan pilih alternatif jawaban yang mana?

Pertama, “Wah kalau soal pengiriman kan itu tanggung jawab jasa kurir mbak, bukan urusan saya lagi, yang penting saya sudah mengirimkan lewat kurirnya tepat waktu…”. Kalau sudah begini, biasanya Anda akan mendapat serangan bertubi-tubi berikutnya dari pelanggan.

atau

Kedua, “Waduh begitu ya ternyata, 4 hari belum sampai juga pasti membuat mbak tidak tenang, mohon maaf atas keterlambatannya, apakah sebelumnya mbak sempat dihubungi oleh pihak kurirnya?”

Saya yakin pilihan kedua akan jauh membuat Anda sebagai pelanggan akan merasa nyaman. Kemudian dengan rasa nyaman itu biasanya menjadikan solusi yang ditawarkan oleh kita jadi lebih mudah dipahami dan diterima oleh pelanggan yang memiliki masalah tadi.

Lalu apakah Anda tahu penyebab rasa nyaman yang dirasakan oleh pelanggan atas jawaban di atas?

Simple, karena kita mau sejenak mendengarkan apa yang disampaikan oleh pelanggan, dan tidak sekedar mendengarkan tapi juga membenarkan pernyataan yang disampaikan oleh pelanggan di awal.

Setelah nyaman dirasa, saya bisa menjamin bahwa solusi apapun yang kita tawarkan insyaAllah akan lebih mudah diterima oleh pelanggan,

dan yang paling penting adalah pelanggan akan merasa diperhatikan dan dihargai oleh kita, sehingga pilihan untuk kembali menggunakan barang atau membeli produk dari kita akan selalu ada.

Jangankan menjadi seorang pedagang atau pemilik bisnis,
menjadi suami atau istri pun kita harus pandai mendengar dan menyimak keluhan yang disampaikan oleh pasangan kita. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *