Bukan Puisi Cinta

Aku tahu bahwa rasa ini adalah anugerah dari-Nya

dan Aku juga tahu bahwa rasa ini mungkin tak berbalas seperti harapku

Tapi aku lebih tahu bahwa rasa ini sangat perlu untuk dikeluarkan, setidaknya lewat tulisan ini bila memang belum waktunya

Tersusun rapih memori demi memori, yang mungkin tak seberapa istimewa bagimu

tak sengaja bingkai-bingkai memori ini tersimpan sejak jumpa pertama, yang mungkin bahkan tak sama sekali ada di lemari hatimu

bila hujan turun membasahi batang pohon yang mati itu, kemudian lumut kecil pun tumbuh

harapku rasa ini seperti hujan itu yang lambat laun menumbuhkan rasa di hatimu

Lalu timbul pertanyaan, Kenapa tak ku utarakan saja padamu?

kenapa tak ku sampaikan saja tentang isi hatiku padamu?

Namun lebih jauh kumembatin, sebegitu egoiskah aku? sampai menampikkan akibatnya bagimu

padahal ku tahu belum siapnya kau mendengar apapun dariku

Meski tak setiap hariku bertemu wajah denganmu

meski tak setiap hari gendang telingaku tergetar oleh suaramu

namun tiap aksara yang kau layangkan di media sosialmu sungguh lebih dari cukup membasahi keringnya hatiku

Maafkan bila tulisan ini begitu pengecut bagimu

maafkan bila tak bisa kutunjukkan rasaku dalam bersikap kepadamu

karena bagiku kini hanya seperti ini lah yang terbaik bagimu, yang berarti juga baik bagiku…

One thought on “Bukan Puisi Cinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *