Berbisnis itu (tidak) Semudah Celotehan Para Motivator

Hehehe, judul postingan kali ini kayaknya tidak nyantai gitu ya?

Memang tidak!! πŸ˜€

Karena saya cukup sedih dengan teman-teman yang ingin mengubah nasib ekonomi keluarganya lalu berubah haluan menjadi seorang pengusaha dari yang sebelumnya sebagai seorang karyawan.

Sedih? iya karena rupanya mereka terburu-buru mengubah haluannya hanya bermodal iming-iming manis sang motivator bisnis, yang tentu saja secara nyata dunia bisnis itu tak semanis celoteh sang motivator tersebut.

BangkrutNah lebih sedihnya lagi,Β tak banyak dari para motivator bisnis tersebut yang bisa dihubungi kembali dengan mudah saat para audience-nya yang sudah terlanjur “membakar kapal” menemukan kesulitan di bisnis yang baru dijalaninya. Dan selidik punya selidik rupanya banyak juga motivator bisnis yang justru miskin pengalaman berbisnis, lha wonk event training yang diselenggarakan oleh sang motivator pun rupanya adalah bisnis yang baru dijalaninya sendiri.

kesimpulannya?

Jika Anda adalah pebisnis yang cukup berpengalaman, cobalah bantu teman atau saudara Anda yang baru terjun ke dunia bisnis, terutama mereka yang disinyalir korban para motivator bisnis kacangan.

Namun jika Anda adalah justru pebisnis baru seperti saya ini, cobalah banyak ngobrol dan cari tahu kisah sedih para pebisnis yang sudah lebih dulu dari kita berkecimpung di dunia bisnis. Jangan mudah terlena dengan cerita manis dan omzet ratusan juta atau bahkan miliaran rupiah. Yakinlah, 1 milyar pertama dalam hidup kita itu rasanya gado-gado, ada manisnya, pahitnya, juga pedasnya, intinya bisnis itu banyak rasa dan tak hanya satu rasa yaitu rasa manis yang sering dicelotehkan para motivator bisnis.

 

8 thoughts on “Berbisnis itu (tidak) Semudah Celotehan Para Motivator

  1. Bener, yang paling bagus itu belajar dari pengalaman orang yang sudah sukses sebagai pengusaha, karena mereka pasti udah pernah gagal dan akhirnya bangkit lagi untuk bisa terus sukses. Doni nih calonnya pasti.. πŸ˜€

  2. menjadi wirausahawan / pebisnis itu amat susah, kita memang memliki kebebasan dalam kerja namun resiko, tanggung jawab dan beban akan jauh lebih banyak berkali lipat dari menjadi seorang karyawan.
    teori memang mudah sebab hanya diutarakan lewat kata2 sedang prakteknya bisa sampai jatuh bangun berkali-kali!

  3. Intinya ya sabar… Kalo gak sabar dan pengen buru2 booming ya…. Keburu nyerah duluan… Tapi sabar terntunya disertai terobosan2 baru. Pasti bisa, bisnis bukan pekerjAan instan 1-2 hari 1-2 bulan, tapi tahap bertahap… Dari tahun ke tahun.. Kalo dalam 1 tahun anda bisa booming berarti anda udah di takdirin sukses. Tapi kalo dalam 1 tahun anda kurang booming, setidaknya anda tahu celah2 mana yang harus diperbaiki. Dan jika dalam 1 tahun anda masih bisa bertahan, maka “tunggulah kesuksesan anda dalam waktu dekat” dengan catatan… “Never Give Up”. Dan seringlah curhat sama Tuhan YME. Karena DIA lah maha pemberi rizki…
    http://www.pmaluminiumbandung.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *