Bekasi kemudian Depok, lalu selanjutnya??? (bagian 4)

IMG_0199(cartoon-black&whitInilah tulisan cerita mengenai saya (a.k.a Ramadoni) yang sudah sampai bagian ke 4, setelah bagian 1, bagian 2, dan bagian 3 telah nampang di blog sederhana ini. Sesuai kisi-kisi/ bocoran yang sudah saya tuliskandi akhir tulisan bagian 3, kali ini saya akan mencoba untuk menceritakan bagaimana kehidupan saya ketika masih berkuliah di FIK UI (Alhamdulillah pada tanggal 27 Agustus 2009 saya baru menyelesaikan studi S1 saya di sana).

Ramadoni merupakan satu diantara 7 mahasiswa baru di FIK UI di tahun 2005, ke-6 teman laki-laki yang lain adalah Agung, Rian, Bento, Oktav, Leo, dan Irfan. 7 mahasiswa lak-laki ini merupakan kaum minoritas di angkatannya yang dominan dengan jenis kelamin perempuan (sebenarnya di semua angkatan juga begitu sih). Di angkatan 2005 ini jumlah total mahasiswa dan mahasiswinya adalah 103 orang (kalau gak salah inget), namun di semester pertama beberapa teman kami tumbang, maksudnya tumbang disini ada yang diterima juga di STAN (karena pengumuman tes seleksi STAN keluar di awal-awal kuliah UI) dan akhirnya memilih meneruskan pendidikannya di STAN, adapula yang mengalami denial di kampus ini (wajarlah namanya juga mahasiswa baru, masih ada aja yang gak ngerasa cocok sama jurusan yang di dapatnya).

Dari 7 orang mahasiswa, yang tersisa kini tinggal 5 orang karena ternyata Bento dan Irfan lulus ujian STAN, dan mereka lebih memilih meneruskan kuliah di sana. Semakin kecil lah jumlah kami calon perawat nan tampan, rupawan dan baik hati di kampus FIK UI ini (narsis, lebay, dan segala KePeDe-an mode = ON) (haha). Jujur ini tidak membuat saya sedikit pun gentar berkuliah dengan teman-teman yang dominan perempuan (Enak Gila (lmao)….) , karena saya sendiri dari awal berniat untuk menyelesaikan kuliah saya di sini, bagaimanapun keadaannya nanti dan bahkan mungkin bila sampai saya lah satu-satunya mahasiswa laki-laki di sini, saya akan tetap terus bertahan (Makin Enak Gila… (lol)..).

di semester awal kuliah saya termasuk mahasiswa yang “agak rajin” di kelas, ditandai dengan IP semester yang (menurut saya) bagus banget, sekali lagi ini menurut saya loh ya karena saya merasa inilah belajar saya yang paling optimal selama kuliah. Lalu mulai di semester kedua, IP mulai sedikit demi sedikit menunduk malu dengan sopan. entah kenapa saya mulai merasakan denial yang semakin menjadi-jadi, keraguan untuk meneruskan berkuliah di sini semakin nampak ke permukaan, belajar mulai tidak tenang. Bagaimana tidak, bila waktu SMP dan SMA hobi saya dalam bermain musik bisa tersalurkan dengan membuat kelompok band kacangan dengan saya di posisi sebagai Drummer asal-asalan yang lebih mirip mukul bedug ketimbang mukul alat yang disebut DrumSet, tapi gak apa lah yang penting sempet tampil di beberapa acara sekolah dulu. NAmun saat kuliah keadaan berubah 180 derajat, saya gak punya temen yang bisa diajak bermain musik, hobi lain saya dalam berkomputer ria pun tidak dapat tersalurkan dengan baik karena hampir tidak ada teman yang saya bisa ajak share tentang komputer di saat itu.

Benar-benar mati gaya kalo kata salah satu iklan operator seluler, sampai pada akhirnya dengan proses pertemuan yang unik dan lucu dengan salah satu senior saya di kampus yang Alhamdulillah laki-laki (Oh God, akhirnya ketemu lagi dengan makhluk sejenis lainnya di kampus ini… (drinking)… ) dan sangat kebetulan dia juga memiliki hobi bermusik, dan alhamdulillah juga gak sama-sama suka Drum (gimana mau bikin band kalo Drummer-nya aja ada 2), dia lebih suka bermain bass, sebut saja namanya Chiyar (nama Asli Ijazah dari TK sampai S1). Eh tadi saya bilang Pertemuan dengan Chiyar ini unik dan lucu yah?? (thinking), mau diceritain juga gak gimana bisa sampe saya bertemu dengan Chiyar ?? (Saya yakin pasti pada mau kan?? (evil_grin) )

Jadi seperti ini ceritanya,…………….

sepertinya postingan ini sudah terlalu panjang, dan kurang menarik kalo semua diceritakan disini, bagaimana kalo kita tunggu postingan selanjutnya (a.k.a bagian 5) ??? (kembali saya berpikir bahwa pasti ada setuju (goodluck) … ) baiklah, cerita ini bersambung ke Bagian Lima… *setrum dulu ah biar semangat (taser)*

8 thoughts on “Bekasi kemudian Depok, lalu selanjutnya??? (bagian 4)

  1. alasannya sederhana mbak Piazola… pengen sekolah jadi sarjana, dan nasibnya ada di keperawatan… kalo waktu SPMB dapet yg pilihan pertama, ya berarti nasibnya jadi sarjana Tehnik…
    But now I’m the all new Nursing Bachelor *biar mirip kayak mobil-mobil keluaran baru* (haha)

Leave a Reply