Skip to content

Ramadoni.com

Web, Photography, and Ramadoni's Life Journal

Archive

Archive for November, 2009

Sudah hampir dua hari saya mempromosikan diri dan meyakinkan orang lain untuk memilih saya sebagai delegasi dari Indonesia dalam acara One Young World summit yang akan dihadiri oleh pemuda-pemuda dari 192 negara di seluruh dunia, untuk bertemu pembesar-pembesar dunia di berbagai bidang seperti Sir Bob Geldof, Kofi Anan, dan pembesar-pembesar lain yang bisa teman-teman lihat di sini, dan acara ini akan dilangsungkan pada tanggal 8-10 Februari 2010 di London.

young_world_image

Lu tau darimana sih Don acara-acara kayak begini??

pertanyaan itu lah yang sering saya dapatkan ketika saya mengajak teman-teman saya untuk mendukung dan memilih saya lewat link yang mengarah ke aplikasi berbasis facebook yang digunakan oleh panitia penyelenggara untuk memilih delegasi dari tiap negara. Terus terang saya mengetahui acara ini pun dari teman saya yang juga sama-sama sebagai peserta di YES2009. Sejenak saya lihat dan pelajari tentang program ini saya langsung tertarik dan segera mengalihkan arah kursor saya ke menu “enter” untuk memasukkan self-summary dan profile yang saya susun dalam waktu 10 menit saja. continue reading…

Teruntuk Seluruh Sahabat Saya, Pemuda Indonesia…

Alhamdulillah, puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan izin dan hidayah-Nya akhirnya di akhir tahun 2009 ini salah satu pencapaian pribadi saya bisa saya tunaikan, yaitu untuk bisa keluar negeri, entah itu hanya untuk perjalanan wisata atau menghadiri acara-acara internasional yang berhubungan dengan entrepreneur atau pun seputar dunia IT (bidang yang saya geluti sekarang ini).

Kali pertama ini saya berkesempatan untuk menghadiri acara konferensi pemuda se-Asia Tenggara yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Malaysia tanggal 16-17 November 2009. Acara ini mengundang 500 pemuda dari seluruh wilayah Asia Tenggara untuk bisa menjadi katakanlah penyampai pesan yang diharapkan dapat membagikan pengalaman dan manfaat yang didapat dari acara ini.

Bersama yang lainAcara ini sendiri bernama YES (Youth Engagement Summit) 2009, yang mendatangkan pembicara-pembicara inspirasional dari berbagai bidang, mulai dari sosial, entrepreneur, musik, hingga olah raga. Seluruh pembicara yang dijanjikan datang di acara ini hampir semuanya datang, kecuali Amitabh Bachan yang ternyata berhalangan hadir di acara ini. Tidak hanya pembicara inspirasional yang hadir dalam acara ini, namun juga ada semacam laporan mengenai perubahan apa yan diinginkan oleh pemuda-pemuda di masing-masing negara di Seluruh Asia Tenggara.

Perubahan dan berubah, adalah dua hal yang telah dibuktikan oleh sejarah adalah dua hal yang paling dibenci oleh manusia. Sejarah mengatakan bahwa tidak ada perubahan yang terjadi dengan mudah, semua perubahan dicapai dengan kerja keras bahkan harus dibayar darah dan nyawa seperti perubahan status negara kita dari negara terjajah menjadi negara yang berdaulat atas tanah dan airnya seperti sekarang ini. Namun ketika kondisi negara menjadi sangat rapuh seperti sekarang ini, akibat maraknya praktek korupsi; akibat bergesernya nilai-nilai budaya di kalangan pemuda Indonesia; dan sekali tiga uang dengan makin sulitnya akses pendidikan berkualitas bagi rakyat Indonesia kebanyakan yang sebagian besar berada dalam atau bahkan di bawah garis kemiskinan; Hanya satu kata yang diperlukan oleh bangsa kita yaitu “PERUBAHAN”.

Tentunya perubahan konkrit dan menuju ke arah yang lebih baik lah yang sangat diperlukan oleh Indonesia sekarang ini. Lalu pertanyaannya adalah perubahan konkrit seperti apakah yang kita butuhkan sekarang ini, atau perubahan untuk menjadi seperti apakah yang akan kita lakukan untuk mengatasi masalah-masalah bangsa yang akan terus berlarut-lartu apabila kita pemuda Indonesia sebagai generasi penerus hanya menonton fenomena-fenomena negatif tersebut tanpa mau berbuat apa-apa.

Uppss.. saya tidak akan terlalu panjang beretorika dalam postingan kali ini, karena saya akan mencoba untuk menceritakan apa yang saya telah dapatkan selama 2 hari mengikuti acara YES 2009 ini :

Pembicara pertama yang sangat menarik bagi saya adalah Biz Stone, beliau adalah salah satu founder dari Twitter.com yang sekarang sedang booming di ranah daring ini. Biz Stone mengatakan “opportunity can be manufactured” yaitu dia yakin bahwa kesempatan bukan lagi hal yang hanya bisa ditunggu kedatangannya, karena kesempatan bisa kita produksi sendiri, tentunya dengan kerja keras, kreatifitas dan kelihaian melihat peluangan usaha yang didapatkan dari pengalaman dan kegagalan yang juga tidak sedikit. Selain itu dia juga mengatakan bahwa creativity is a renewable resource, karena dia percaya bahwa tidak ada satu kreatifitas yang benar-benar baru, dan pada dasarnya dengan menggabungkan kreatifitas orang lain lalu kita membuat sesuatu yang baru merupakan sebuah kreatifitas, kemudian kreatifitas kita dalam menggabungkan itu suatu saat akan digunakan dan digabungkan juga oleh orang lain untuk membuat sesuatu yang baru, dan seterusnya. Itulah mengapa dikatakan kreatifitas merupakan sumber daya yang dapat diperbaharui.

Selanjutnya adalah Sir Bob Geldof, beliau merupakan musisi legendaris yang sekarang sukses dengan ide dan usahanya dalam mengadakan konser amal terbesar di dunia, yap.. terkenal dengan Live Aid dan Live 8-nya. Orang inilah yang menginspirasi saya untuk tetap bisa melihat keuntungan dari kekurangan yang saya punya, bukannya melihat kerugian atau kekurangan di atas kelebihan yang selama ini kita miliki. Bob menceritakan masa kecilnya yang hidup di salah satu pulau terpencil di wilayah eropa, dia merupakan salah satu keluarga yang tercatat sebagai keluarga termiskin di wilayah Eropa. tidak ada akses televisi yang masuk, hanya radio yang menggunakan gelombang pendek yang hanya bisa menangkap satu radio yang kebetulan sebuah stasiun radio rock n roll kala itu. Namun dengan segala kekurangannya itu tidak menjadikan beliau patah arang, malah sebaliknya hanya dengan akses siaran radio dan buku Bob menjadi tahu bahwa dunia (khususnya di negara berkembang atau bahkan terbelakang) sedang dihadapi oleh masalah yang sudah mengakar dan sangat perlu pertolongan, yaitu masalah kemiskinan dan kelaparan.

Kekurangan malah membuat Bob begitu bersemangat untuk bisa menggapai mimpinya sebagai musisi sukses dan suatu saat bertekad akan menolong orang-orang yang kelaparan lewat musiknya, rock n roll. Dan Bob membuktikannya di tahun 1985 dengan membuat acara konser amal yang bernama Live Aid, yang merupakan konser berskala besar pertama yang memang ditujukan untuk membantu kegiatan sosial yang bertujuan untuk mengusir bencana kelaparan di Ethiopia. Live Aid ini dilakukan secara rutin untuk selanjutnya bisa membangun negara-negara terbelakang lain yang dilupakan okeh masyarakat dunia kebanyakan saat ini. dan pada Tahun 2005 Bob berhasil menyelenggarakan acara sejenis yang bernama Live8 yang bertujuan mengajak negara-negara yang tergabung dalam G8 untuk membantu negara-negara di Afrika dengan menghapuskan hutang-hutang dan batasan-batasan perdagangan atas mereka. Dan hasilnya adalah negara-negara G8 sudah sepakat untuk melepaskan hutang negara-negara di Afrika dan mengalokasikan dana sebanyak 55 Milyar Dollar untuk membantu membangun negara-negara terbelakang di Afrika.

Selain kedua pembicara di atas ada satu lagi pembicara yang secara pribadi saya berikan standing applause di akhir penampilan mereka, yaitu Donald Trump sang entrepreneur sukses dari negeri paman sam. Donald telah membuktikan bahwa dengan kemauan yang keras dan disiplin yang tinggi kita bisa menghadapi kesulitan apapun yang mungkin akan menghadang, terbukti Donald dengan seluruh bisnisnya masih mampu bertahan ketika menghadapi krisis ekonomi global yang menyerang dunia barat beberapa kali. Donald memberikan saya 7 kunci sukses untuk menjadi seorang entrepreneur: continue reading…

ukhuwahDauroh yang saya ikuti mulai tanggal 6 sampai dengan 8 November 2009 ini sedikit berbeda dari dauroh-dauroh yang saya ikuti sebelumnya, karena pada dauroh yang ditujukan untuk mahasiswa baru di Fakultas Ilmu Keperawatan UI kali ini, status saya bukanlah sebagai mahasiswa lagi melainkan menjadi alumni. dan sangat kebetulan pada dauroh kali ini saya dan teman seangkatan saya Rian menjadi angkatan tertua dalam acara tersebut padahal biasanya senior-senior angkatan di atas kami selalu datang, ya maklumlah karena acara dauroh seperti ini biasanya digunakan sebagai media silaturahim lintas angkatan bagi kaum laki-laki yang bersifat minoritas di kampus yang sebagian besar “penduduknya” merupakan kaum wanita. selengkapnya...

rennnailsDo you like shopping?? I’m sure that everybody like shopping, even need it, especially for women. There is a brilliant online shopping system, it called Shopwiki. never heard about it?? relax, I will bring the information about it  here, just for my reader. selengkapnya...

[caption id="attachment_731" align="alignleft" width="254" caption="slidenya Bill Gate, keren kan..??"]slidenya Bill Gate, keren kan..??[/caption]

Ada saat dimana kita dituntut untuk membuat slide presentasi oleh atasan kita di kantor. Sebenarnya sih slide bukan momok yang menakutkan bila dibandingkan harus membuat laporan keuangan atau jenis laporan lain yang sangat menuntut ketelitian kita, namun bila tugas untuk membuat slide presentasi tersebut di saat yang tidak tepat atau bahkan diminta supercepat oleh si bos saya yakin kita akan kelabakan dibuatnya. Maklumlah slide merupakan media atraktif yang memang dituntut hadir dalam kondisi yang sekreatif mungkin dan tentunya kita memerlukan beberapa saat dalam membuat hal-hal yang berbau kreatifitas. selengkapnya...

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes